Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan Berdiri di Kebun Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Untuk pertama kalinya, Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) berdiri di perkebunan sawit. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga meresmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di PT. Hindoli, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Rabu (09/10).

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang mendorong perlindungan terhadap perempuan dan anak di perusahaan-perusahaan terutama PT.Hindoli. Saya juga mengapresiasi upaya dan langkah baik dari PT. Hindoli yang bersedia menjadi proyek percontohan dengan didirikannya Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan upaya pemenuhan hak-hak pekerja perempuan dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender,” ujar Menteri Bintang dalam keterangannya.

Pemerintah Kab. Musi Banyuasin bekerja sama dan menunjuk PT. Hindoli untuk mendirikan pilot project RP3 di sektor perkebunan. Ini menjadikan RP3 yang terbentuk di PT. Hindoli sebagai rumah perlindungan pertama di Indonesia dalam sektor perkebunan.

Di samping upaya perlindungan, Menteri Bintang berharap pembentukan RP3 dapat meningkatkan kesadaran dan langkah preventif bagi perusahaan maupun pekerja terhadap kekerasan berbasis gender.

“RP3 ini juga harus dijadikan sebagai sarana pencegahan, advokasi, dan sosialisasi kebijakan serta implementasi program pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh petugas RP3 kepada pekerja perempuan di perusahaan. Ketika hulunya kita sudah maksimalkan mudah-mudahan hilirnya tidak ada permasalahan terkait kekerasan dan sebagainya,” jelas Menteri Bintang.

Sumarjono Saragih, Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI menjelaskan bahwa citra sawit Indonesia terus membaik seiring ragam upaya perbaikan. Sawit Indonesia Berkelanjutan menjadi tujuan dan cara menepis ragam tudingan yang merugikan. Kali ini, Rumah dibangun dan Buku diterbitkan. Tujuannya untuk menjadikan perempuan sawit makin berdaya, setara, tanpa diskriminasi.

Menurutnya, rumah dan buku merupakan simbol kenyamanan, kesejahteraan dan kemajuan. Dengan demikian, semua pekerja perempuan sawit diharapkan akan semakin nyaman, sejahtera dan maju bersama sawit.

Di kesempatan sama, GAPKI juga mempromosikan buku perlindungan perempuan. Buku yang diterbitkan GAPKI bersama Serikat Buruh HUKATAN & CNV.  Diserahkan dan diterima oleh Menteri PPA, Bintang Puspayoga untuk menjadi bahan promosi, kampanye dan membangun kesadaran bersama akan perlindungan perempuan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like