Petani Mitra Asian Agri Dapat Premi Sustainability

Asian Agri memberikan premi atas praktik sustainability kepada petani sawit. Premi ini akan memicu motivasi petani sawit dalam tata kelola sawit lestari dan berkualitas.

Asian Agri sebagai perusahan yang berkomitmen membangun kemitraan dengan petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendukung perkebunan sawit berkelanjutan. Perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan petani sejak 1988.

Asian Agri memberikan apresiasi kepada petani yang berkomitmen mengelola kebun berkelanjutan. Nilai premi yang diberikan dari penjualan minyak sawit bersertifikat senilai Rp4,3 miliar. Penyerahan hasil premi penjualan minyak sawit bersertifikasi tahun 2017 kepada perwakilan 72 koperasi Unit Desa (KUD) di Riau dan Jambi. Premi diserahkan secara simbolik oleh Director Corporate Affair Asian Agri, Fadhil Hasan dan disaksikan  Gubernur Riau, Syamsuar, pada Kamis (21 Maret 2019), di Pekanbaru.

Fadhil berujar dengan memberikan premi penjualan minyak sawit bersertifikasi kepada para petani plasma yaitu kemitraan yang menyejahterakan dan mendorong petani sawit berkelanjutan.

“Penyerahan premi penjualan minyak sawit berkelanjutan merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pengelolaan berkelanjutan yang diterapkan oleh petani dalam mengelola kebun kelapa sawit dan telah seluruhnya memperoleh pengakuan standar berkelanjutan internasional,” ujar Fadhil, saat acara penyerahan premi.

Kemudian, Fadhil menegaskan pemberian premi kepada para petani bertujuan untuk terus memotivasi petani dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik untuk mengelola kebun kelapa sawit, sehingga dapat terus mempertahankan sertifikasi yang diperoleh. Dan, berharap dapat membantu menjawab tantangan yang saat tengah dihadapi oleh industri kelapa sawit dalam hal berkelanjutan.

Sebagai tanaman penghasil minyak nabati yang paling produktif, industri kelapa sawit harus mampu menghadapi berbagai tantangan dan isu negatif yang dilontarkan para produsen komoditas minyak sawit nabati lainnya. Kemitraan perusahaan dan petani menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandar internasional oleh kelapa sawit di Indonesia.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan pihaknya mendukung pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan yang sudah dilakukan oleh PT Asian Agri. Oleh karena itu, Industri kelapa sawit harus bisa menjadi industri yang mampu menghadapi sejumlah tantangan dan isu negatif yang berkembang oleh para produsen komoditas minyak nabati lainnya.

“Kemitraan perusahaan dan petani menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandar internasional oleh petani kelapa sawit di Indonesia,” tutup Syamsuar.

Selain memberikan dukungan, Syamsuar juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan (Asian Agri) yang sudah memberdayakan para petani dalam menerapkan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan yang turut mendukung kesejahteraan para petani kelapa sawit. “Model kemitraan antara Asian Agri denga petani yang berfokus pada keberlanjutan ini semoga dapat menjadi contoh dan menginspirasi dalam membangun industri kelapa sawit yang berdaya saing,” kata Syamsuar.

Lebih lanjut, Fadhil menambahkan kemitraan antara perusahaan dan petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit harus menjadi hubungan yang saling menguntungkan. “Program kemitraan harus dapat memberikan manfaat. Tidak hanya kepada pihak-pihak yang bermitra, namun juga membawa manfaat bagi lingkungan yang nyata,” pungkasnya.

Melalui kebijakan keberlanjutan perusahaan, Asian Agri secara konsisten menerapkan praktik-praktik terbaik dalam seluruh kegiatan operasional perusahaan. Praktik serupa juga diterapkan kepada para petani mitra. Selain memperoleh sertifikasi, mengelola kebun secara berkelanjutan juga memungkinkan petani untuk mendapatkan peningkatan hasil produksi kebun dan pendapatan petani sekaligus membawa dampak positif pada lingkungan.

5 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like