Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XV)

Pembentukan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau Meja Bundar Minyak Sawit Berkelanjutan saya tuturkan dari pengalaman selaku orang yang terlibat langsung dari awal dan kemudian menjabat wakil presiden II. Apa yang mendorong pembentukannya dan bagaimana organisasi ini dijalankan perlu dipahami oleh semua pihak yang terkait dengan perkebunan dan industri kelapa sawit. Cara RSPO menangapi masalah baru harus diikuti jika kita ingin turut berpengaruh terhadap masa depan kelapa sawit. Industri kelapa sawit sudah demikian besarnya sehingga dunia akan guncang jika secara tiba-tiba produksi minyak sawit terhenti. Tidak bisa dibayangkan betapa buruk akibatnya, karena itu upaya besar harus dikerahkan supaya industri minyak sawit bisa secara berkelanjutan, bahkan makin tinggi produksinya untuk memenuhi kebutuhan umat manusia yang terus bertambah.

Ketika minyak sawit dipakai untuk bahan bakar pada tahun 2005, banyak pihan merasa khawatir akan terjadi kelangkaan minyak sawit dan kebutuhan pangan akan terancam. Saya diundang ke Oxford, Inggris dan kemudian ke Schleswig-Holstein, Jerman, Untuk memberikan pandangan tentang perimbangan penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar dan bahan pangan. Acara di Jerman itu dinai GES atau Global Economic Solutionuntuk membahas berbagai masalah dunia termasuk korupsi, dan imigrasi dengan menghadirkan ratusan pemuka dunia, termasuk menteri dari beberapa negara, dan cendikiawan seperti para peraih Hadiah Noble. Karena pentingnya, masalah minyak sawit ikut dibahas dan saya mendapat kesempatan menyampaikan pendapat bagi masyarakat internasional.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like