Edisi 03 Desember 2011

Salam Sawit Indonesia, Bagi pelaku usaha, pergantian tahun dimaknai dengan tantangan baru yang mesti dihadapi untuk dapat bertahan dan lebih baik lagi dalam menjalani  roda bisnis. Inovasi dan produkvitas merupakan strategi yang umumnya diambil pelaku usaha untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan waktu.  Bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit, peningkatan produksi dan produtivitas hasil panen merupakan perencanaan yang biasa dibuat setiap tahun dengan tetap memerhatikan kondisi tanaman. Supaya target tersebut dapat tercapai, kegiatan pemupukan merupakan faktor penting yang wajib  dilakukan pelaku usaha sawit.

Dalam Rubrik Sajian Utama di edisi ini, kami  mengulas pola kegiatan pemupukan dan beberapa produk pupuk dan suplemen tanaman yang  ditujukan meningkatkan produksi dan mutu buah sawit. Pupuk sangat  dibutuhkan tanaman karena  dapat melengkapi kebutuhan unsur hara  sehingga tidak  berdampak buruk kepada hasil  panen.  Itu sebabnya, penggunaan pupuk majemuk atau  NPK mulai digunakan pelaku usaha sawit, walaupun pemakaian pupuk  tunggal masih menjadi pilihan utama.

Baca Juga :   Cover Majalah Sawit Indonesia, Edisi 109.

Beragamnya, jenis dan produk pupuk di Indonesia akan berdampak positif kepada pelaku usaha sebab mereka dapat menentukan kebutuhan pupuk. Dampaknya, produsen pupuk  giat mengeluarkan jenis produk pupuk dilengkapi unsur tambahan diluar unsur hara. Tengok  saja, pupuk buatan  PT Golden Hitek Malindo yang memiliki kandungan jamur Arbuscular Mycorrhiza Fungi. Pemakaian jamur ini diharapkan dapat membantu pembentukan akar dan tunas pohon sawit lebih cepat lagi.

Untuk rubrik hot issue membahas tema kebutuhan minyak nabati global terutama minyak sawit pada 2012. Ketidakpastian ekonomi dunia  yang banyak dipengaruhi kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat diperkirakan akan berdampak terhadap permintaan minyak sawit dunia. Kendati, konsumen utama CPO dunia bukanlah kedua negara tadi tetapi laju perekonomian India dan Cina sebagai pengguna utama minyak sawit, berpotensi melambat akibat pengaruh krisis ekonomi. Beruntung, harga CPO dunia berpotensi menguat pada tahun depan seperti diutarakan beberapa analis seperti Dorab Mistry dan Derom Bangun.

Baca Juga :   Sawit dan Aplikasi Teknologi Informasi

Dalam rubrik hama dan penyakit, diulas gangguan babi hutan terhadap perkebunan kelapa sawit di  berbagai daerah. Kendati,  efek dari  hama  babi hutan masih bersifat sekunder namun kerugian yang ditimbulkan cukup besar karena merusak tanaman yang masih berusia  muda. Untuk itulah, pengendalian babi  hutan wajib dilakukan pekebun lewat beragam metode seperti berburu, membuat pagar  pembatas, dan membuat jebakan.

Supaya  dapat memenuhi informasi terbaru mengenai informasi dan teknologi di  industri sawit, akan lebih baik jika  membuka  lembar  demi lembar halaman di majalah  Sawit Indonesia. Selamat membaca !!

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Edisi 48 Oktober 2015

Saatnya Lawan Gerakan Anti Sawit Salam Sawit Indonesia, Tekanan terhadap industri kelapa sawit sudah mencapai klimaks. Penerapan  standar tinggi…

Edisi 54 April 2015

Kenapa Harus Moratorium? Salam Sawit Indonesia,Kenapa kelapa sawit sampai harus dimoratorium? Niatan Joko Widodo, Presiden RI, untuk menjalankan…

Edisi 19 Mei 2013

Sawit Bukan Prioritas. SALAM SAWIT INDONESIA, Keluarnya Instruksi Presiden Nomor6  Tahun 2013 mengenai penundaan izin baru dan penyempurnaan…

Edisi 17 Maret 2013

Pembuktian  Industri Sawit, SALAM SAWIT INDONESIA, Bulan Maret menjadi bulan yang sangat spesial bagi sembilan perusahaan  kelapa sawit…