Dharma Satya Operasikan Fasilitas Bio-NCG Berkapasitas 1,2 MW

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk telah melakukan commissioning atau uji coba produksi fasilitas Bio-CNG Plant. Fasilitas ini mampu menghasilkan  listrik berkapasitas 1,2 MW serta gas biometana dengan kapasitas 280 m3 per jam. Acara tersebut  berlangsung secara live di dua lokasi sekaligus melalui video conference, yakni lokasi fasilias Bio-CNG Plant Perseroan di Muara Wahau, Kalimantan Timur dan Kantor Pusat Perseroan di Jakarta Timur.

“Bio CNG Plant yang dibangun dengan memanfaatkan limbah cair dari 1 (satu) PKS dengan kapasitas olah 60 ton TBS/jam, akan menciptakan pengurangan emisi gas rumah kaca sebanyak lebih dari 50.000 ton CO2, yang setara dengan penanaman lebih dari 800.000 pohon atau berkurangnya  11.000 unit kendaraan penumpang atau setara dengan melakukan daur ulang atas 17.000 ton sampah,” kata Andrianto Oetomo Direktur Utama Perseroan kepada media melalui video conference usai acara commissioning.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Managing Director Unit Bisnis Agro, Timotheus Arifin C, melakukan prosesi commissioning dengan penekanan tombol dimulainya uji coba fasilitas Bio-CNG Plant tersebut dari Kantor Pusat Perseroan di Jakarta, yang dihadiri juga oleh Direksi dan anggota Dewan Komisaris melalui teknologi video conference.

Menurut Andrianto Oetomo, pembangunan proyek BioCNG Plant merupakan salah satu komitmen DSNG untuk menjalankan konsep circular economy dengan meminimalisir limbah pabrik kelapa sawit dan polusi, melalui pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan serta  regenerasi sistem alam. Fasilitas Bio-CNG yang dibangun sejak akhir tahun 2018 tersebut merupakan upaya nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sekaligus menghemat penggunaan solar secara signifikan.

Pabrik Bio-CNG ini, kata dia, akan menghasilkan listrik dengan kapasitas 2 x 0.6 MegaWatt sehingga total power yang dihasilkan adalah 1.2  MegaWatt. Energi listrik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk proses pengolahan Palm Kernel di Kernel Crushing Plant (KCP) serta proses Produksi BioCNG Plant ini sendiri.

Sedangkan sisa kelebihan gas akan dikompres menjadi Biomethane Compressed Natural Gas yang kemudian disimpan didalam tabung dan dikemas dengan cara yang aman terhadap pekerja dan lingkungan. Bio-CNG yang telah dikemas didalam tabung akan didistribusikan menggunakan truk yang juga menggunakan bahan bakar Bio-CNG ke seluruh emplasmen (perumahan karyawan) dan PKS lainnya di areal DSN Grup Muara Wahau untuk digunakan sebagai bahan bakar pengganti pembangkit listrik Konvensional berbahan bakar Solar.

“Dengan adanya energi terbarukan dari Bio-CNG ini, Perseroan juga menghemat sedikitnya 2 juta liter solar per tahun, yang selama ini dipakai untuk bakar pabrik kelapa sawit dan KCP,” katanya.

 

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like