Bio-Pas Sawit Subtitusi Paraffin di Industri Batik

Sawit dapat dijadikan bahan baku Bio Parrafin Substitute (Bio-Pas) sebagai formulasi malam (lilin) batik. Penggunaan Bio Paraffin Substitute meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) industri batik dan mengurangi impor paraffin.

Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membangun ekosistem inovasi sawit yang tak lain untuk mendukung industri kreatif batik Indonesia. Ekosistem ini diharapkan dapat memulihkan kondisi ekonomi dampak dari pandemi. Dan mendorong upaya pemulihan perekonomian nasional menuju negara Maju Mandiri dan Makmur. Hal ini disampaikan Kepala BPPT, Hammam Riza, pada Webinar Kemitraan UKM Batik Sawit dengan tema Kontribusi Sawit dalam Mendukung Industri Kreatif Sawit Indonesia, pada Kamis (8 April 2021).

Hammam mengatakan industri batik yang menjadi karya adi luhung yang sudah mendunia. Bahkan UNESCO pada 2 Oktober 2009 telah menetapkan batik sebagai warisan dunia. Industri batik memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Saat ini ada 47 ribu unit usaha dan ada 200 ribu pekerja serta menghasilkan devisa pada periode Februari 2020 mencapai USD21,54 juta.   

Dijelaskan Hammam sosialisasi dan webinar untuk mendorong pemanfaatan hasil riset pemanfaatan produk turunan minyak sawit sebagai bahan industri khususnya industri batik.

“Produk turunan minyak sawit ini akan digunakan sebagai lilin/malam batik atau sering disebut paraffin yang selama ini masih impor hingga mencapai 50%. Dari hasil riset yang dilakukan BPPT. Lilin/malam dari turunan sawit yang dinamakan Bio Parrafin Substitute (Bio-Pas). Produk ini mampu menghasilkan warna lebih baik, tidak terdapat rembesan warna yang masuk (di tapak canting). Dan hasil pewarnaan lebih tajam dan cerah karena tahan terhadap larutan alkali dan asam akibat zat pewarna sintesis,” jelasnya.

Inovasi Bio-Pas merupakan salah satu upaya BPPT dalam meningkatkan penggunaan tersebut oleh pasar yaitu penciptaan konsumen baru bagi minyak sawit pada sektor yang belum tersentuh. Sehingga meningkatkan konsumsi minyak sawit. Kedua, membuka peluang penciptaan wira usaha baru dan lapangan kerja di bidang industri pembuatan Bio-Pas pengganti parafin untukl ilin/malam batik.

Semakin dikenalnya produk lilin/batik berbasis sawit diharapkan produk formulasi lilin/malam batik dapat diterima dan dimanfaatkan oleh pelaku industri khususnya di sentra batik Indonesia.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 114)

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like