Workshop AKPY-Stiper dan BPDPKS: Petani Sawit Optimis Ikuti Program PSR

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Workshop atau lokakarya Pendampingan Penguatan Kelembagaan Desa Sawit Mandiri Pangan dan Energi Berbasis UMKM, yang diadakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper), mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satu peserta dari Kabupaten Muara Bungo, Provinsi Jambi.

Sebagai informasi, lokakarya diadakan di salah satu hotel di Jambi, selama dua hari (Kamis-jum’at/10-11 Desember 2020). Dan, diikuti oleh 50 peserta (petani sawit-red) perwakilan dari petani yang tergabung dalam Koperasi dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari dua Kabupaten yaitu Kabupaten Muara Bungo dan Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Menurut Suryanto, dengan mengikuti kegiatan lokakarya, selain mendapat pemahaman soal program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) juga memperoleh ilmu bagaimana memperoleh penghasilan saat tanaman sawit ditebang, proses awal peremajaan tanaman sawit. Lokakarya ini sangat bermanfaat bagi kami yang sedang mempersiapkan peremajaan tanaman sawit,” ujarnya, dalam sambungan seluler, pada Selasa (15 Desember 2020).

Baca Juga :   Maksi Akan Buka Cabang di Daerah Sentra Sawit

“Sebelumnya, kami merasa kawatir dengan ditebangnya tanaman sawit maka akan kehilangan penghasilan. Tetapi melalui kegiatan lokakarya, kami paham tentang peremajaan tanaman sawit yang sudah tidak produktif. Dan, mengetahui cara mendapatkan penghasilan selama peremajaan tanaman sawit hingga menunggu panen sawit,” lanjut Suryanto, Ketua KUD Sari Mukti.

Program PSR merupakan program strategis nasional yang diperuntukan bagi petani sawit, untuk menanam ulang tanaman sawit yang usianya di atas 25 tahun. Program ini mendapat dana hibah dari BPDPKS, sebanyak Rp 30 juta/hektar.

Selanjutnya, Suryanto menjelaskan setelah mengikuti lokakarya, pihaknya diarahkan untuk membuat demontration plot (demplot). Memanfaatkan lahan pekarangan seluas 25mx30m untuk tanaman pangan. Sementara, demplot ditanami tanaman Lemon California sebanyak 100 bibit dan Jambu Kristal 50 bibit, yang bibitnya didatangkan dari Jawa.

Baca Juga :   KIP: Informasi Dokumen HGU di Papua dan Papua Barat Tertutup Bagi Publik

“Di masa pandemi Covid-19, lemon banyak dicari untuk dikonsumsi untuk asupan vitamin C dan manjaga imun tubuh. Selama ini, masyarakat Muara Bungo mendapatkan lemon yang didatangkan dari daerah Kerinci dan Sumatera Barat. Ke depan, tanaman ini bisa menjadi usaha baru yang prospektif bagi petani,” jelas Suryanto.

Selain itu, tambah Suryanto di sela-sela tanaman Lemon California dan Jambu kristal yang berjarak 3m rencana akan ditanami tanaman sayuran seperti cabe, terong lalap dan jahe merah. “Hasil dari tanaman ini harapannya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan selama masa peremajaan tanaman sawit hingga panen,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Haryono, Ketua KUD Karya Mandiri. Setelah lokakarya membuat Demplot seluas 0,5 hektar yang ditanami tanaman lemon dan jambu kristal. Dan, di sela-sela tanaman itu rencananya akan ditanami tanaman sayuran seperti Cabe, jahe merah dan tanaman sayuran lainnya. “Mudah-mudahan demplot bisa diperluas, karena target kami untuk tanaman pangan 5 hektar,” pungkasnya.

Baca Juga :   Promosi Sawit Indonesia ke 5 Negara Eropa
0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like