Selain itu, kehadiran Socfindo pada ajang pameran (SNPI, Palmex Indonesia, IPOS Forum dan IPOC) sebagai pembuktian eksistensi perusahaan benih sawit unggul di Indonesia. Dan, menjadi momen dapat bertatap muka langsung dengan para pelanggan yang telah menggunakan bahan tanaman Socfindo. Pada kesempatan itu, bisa melakukan diskusi dan sharing terkait bahan tanaman tersebut. Dan, bertemu serta menyapa calon pelanggan yang tertarik kepada bahan tanaman Socfindo.
Seed Sales & Marketing PT Socfindo, Agustiaman Purba menjelaskan pihaknya di gelaran pameran di SNPI, IPOS Forum, Palmex Indonesia dan IPOC tidak menghadirkan dan memamerkan produk (benih) varietas terbaru. Melainkan memajang di booth Socfindo tiga benih varietas unggulan yakni DxP Unggul Socfindo LaMe, DxP Unggul Socfindo Yangambi, dan DxP Socfindo Moderat Tahan Gano (MTG). Masing-masing varietas punya kelebihan sesuai kebutuhan pelaku industri sawit Indonesia.
“Varietas benih terakhir yakni varietas MT Gano yang dirilis dan dipasarkan sejak 2013 diperuntukkan untuk perusahaan swasta, perusahaan pemerintah ataupun perorangan (petani sawit swadaya), sangat direkomendasikan untuk program replanting di lahan endemik Ganoderma, sebagai salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan kelapa sawit yang berkelanjutan, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia, beberapa waktu lalu.
Selain unggul, varietas benih sawit yang diproduksi Socfindo masing-masing memiliki kelebihan. Untuk varietas DxP Unggul Socfindo Lame yaitu lebih toleran terhadap cekaman abiotik lingkungan seperti cekaman kekeringan sehingga mampu menghasilkan jumlah janjang per pokok 25-33 janjang per tahun pada umur 3-5 tahun setelah tanam. Selain itu, pertumbuhan meninggi yang lambat (4-50 cm per tahun) membuat siklus ekonomi varietas ini lebih panjang, dapat mencapai 30 tahun. Dan, masih banyak kelebihan varietas benih sawit Socfindo lainnya.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 132)

