Riset Tulang Punggung Industrialisasi

Bagian III

Pada jalur hilirisasi oleofood complex, kegiatan riset diharapkan menghasilkan bahan pangan yang lebih beragam dan aplikasi yang lebih luas. Pada jalur hilirisasi oleokimia complex, melalui kegiatan riset-inovasi diharapkan mampu menghasilkan bioplastik dari biomas sawit yang kompotitif untuk menganti petroplastik yang tidak ramah lingkungan dan kita impor sekitr 5 juta ton per tahun. Menghasilkan biopelumas (biolubricant) yang kompetitif untuk mengantikan petropelumas yang kita impor setiap tahun. Dan menghasilkan biodetergen (biosurfactant) untuk mengantikan petroditergen dan seterusnya.

Pada jalur biofuel complex, pada saat ini sudah menghasilkan biodiesel penganti petrodiesel/solar. Diharapkan melalui kegiatan reset-inovasi mampu membawa industri sawit nasional mengolah lebih lanjut minyak sawit dan biomas sawit untuk menghasilkan biopremium, bioavtur dan seterusnya. Sehingga ketergantungan pada energi fosil yang tidak ramah lingkungan (non renewable energy) dapat dikurangi.

Baca Juga :   Pasca RED II, Sertifikat ISCC Tidak Laku di Eropa

Selain itu perkembangan mutahir industri sawit nasional juga memerlukan dukungan riset sawit. Industri sawit nasional yang telah berkembang menjadi Megasektor Sawit dan mempatkan Indonesia sebagai produsen minyak sawit dunia memerlukan cara dan paradigma baru dalam mengelola industri sawit ke depan. Berkembangnya industri sawit nasional menjadi Megasektor Sawit yang dibangun dari pola kemitraan sawit rakyat dengan sawit koperasi, memerlukan pengelolaan yang intergratif baik pada level lokal, level daerah/wilayah, maupun level nasional. Pengelolaan (kebijakan, kelembagaan) Megasektor Sawit nasional sampai saat ini masih lemah, tersekat-sekat (dispersal) dan berjalan sendiri-sendiri.

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like