PPKS Optimalkan Penjualan Benih Melalui My Sawit

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) tetap melayani pembelian benih sawit kepada petani sawit. Kendati, wabah Covid-19 membatasi aktivitas penjualan keberbagai daerah. Edwin Syahputra Lubis mengakui penyaluran benih sawit keperkebunan petani agak mengalami hambatan akibat pembatasan kegiatan di luar rumah sesuai anjuran pemerintah.

“Ada kendala pula terutama terkait dengan pelayanan kunjungan teknis di lapangan, yang tentunya adanya keterbatasan untuk kunjungan lapangan,” ujar Edwin.

Oleh karena itu, PPKS mengoptimalkan penggunaan teknologi supaya distribusi informasi teknis kelapa sawit tetap berjalan. Edwin menjelaskan bahwa petani dapat memanfaatkan aplikasi My Sawit untuk pembelian benih. Dengan aplikasi, layanan pembelian tetap dapat berjalan. Tanpa petani datang kekantor PPKS di Medan, Sumatera Utara.

Hingga April 2020, dikatakan Edwin, Dari segi permintaan benih tidak ada pengaruh akibat pandemi Covid-19 terutama dari petani yang merupakan konsumen terbesar benih  PPKS dan dan umumnya petani lebih mengikuti trend pasar  untuk melakukan pembelian produk. Dampak terbesar hanya pada pendistribusian benih.

Baca Juga :   Sederet Tantangan Dihadapi Perkelapasawitan Indonesia

Edwin Syahputra Lubis mengirimkan jawaban tertulis untuk menggambarkan kondisi PPKS di kala pandemic Covid-19. Berikut ini petikan wawancara tertulis kami dengan PPKS:

 Mohon dijelaskan strategi PPKS di saat pandemic Covid-19?

PPKS tetap fokus pada tugas pokok fungsi sebagai lembaga riset dan sekaligus sebagai cooperasi  berusaha memberikan pelayanan terbaik terhadap stakeholdernya.

Saat ini, kegiatan penelitian tetap berjalan dengan baik  dimana kegiatan tersebut tetap memperhatikan protokoler pencegahan penyebaran covid 19 seperti pengaturan jam kerja, social dan physical distancing  dan pemanfaat teknologi  untuk koordinasi kerja.

Ada kendala terkait dengan pelayanan kunjungan teknis di lapangan, yang tentunya adanya keterbatasan untuk kunjungan lapangan, namun kembali lagi  kita memanfaatkan teknologi informasi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sementara itu, penyediaan benih untuk kebutuhan nasional dan PSR, kesulitan terbesar yaitu pendistribusian. Kebijakan Work from Home dari beberapa instansi terkait dan kebijakan pembatasan wilayah mempengaruhi pendistribusian benih. Saling koordinasi dan sistem jemput bola pada instansi terkait dan rantai pendistribusian merupakan strategi untuk mengatasi pendistribusian benih ini.

Baca Juga :   APKASINDO: B50 Berjalan, Indonesia Tidak Bergantung Pasar Ekspor

Apakah ada kendala dalam pendampingan teknis bagi petani sawit?

Layanan petani  untuk benih sawit terhambat karena pandemi covid-19.  Program Sawit Untuk Rakyat (Prowitra) terkendala bagi petani untuk mendapatkan benih unggul dan diseminasi dari PPKS. Strateginya kita melalui pembelian online melalui aplikasi My sawit. Dengan aplikasi my sawit petani dengan mudah mendapatkan benih unggul dan ini solusi di saat pandemic covid-19. Dari pelayanan diseminasi  ke petani, kita memanfaatkan media sosial PPKS dengan contain contain informatif dan seminar online dengan tagline Bincang Pakar.

Bagaimana dampak dampak dari pandemi Covid-19 terhadap permintaan benih PPKS?

Dari segi permintaan benih tidak ada pengaruh akibat pandemi Covid-19 terutama dari petani yang merupakan konsumen terbesar benih  PPKS dan dan umumnya petani lebih mengikuti trend pasar  untuk melakukan pembelian produk. Dampak terbesar hanya pada pendistribusian benih.

Baca Juga :   Penerimaan Pajak Dari Sawit Lebih Rp 20 T/Tahun

Tahun ini, berapa target produksi benih sawit PPKS? Dengan adanya Covid-19, adakah rencana untuk mengoreksi target?

Produksi diharapkan mencapai 16 juta kecambah. Sejauh ini kami belum merevisi target penjualan benih pada RKAP kami di tahun 2020.

Seperti apa dampak Covid-19 ini terhadap kegiatan operasional PPKS baik dikantor dan di lapangan?

Sejauh ini COVID-19, sedikit banyak mempengaruhi kegiatan operasional PPKS.  Walaupun, kita menerapkan protokoler pencegahan penyebaran covid 19 dan melakukan pengaturan kerja namun hal tersebut bukan menghentikan atau pun menghambat tetapi bagaimana cara koordinasi kerja agar tetap produktif dan bagaimana melayani para stakeholder kita agar mendapatkan pelayanan terbaik.

Sedangkan di lapangan terutama di kebun berjalan dengan baik dan menjadi perhatian juga walau masa pandemic covid 19 kami tetap fokus bekerja  pada pembibitan kami agar penyaluran bibit bagi program PSR tepat waktu dalam penyalurannya.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit  Indonesia, Edisi 103)

6 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like