Pemda Riau Optimis Target Replanting 24 Ribu Ha Tercapai

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pemerintah Provinsi Riau berupaya mencapai target peremajaan kelapa sawit atau replanting sawit rakyat seluas 24 ribu hektare pada 2020.

Lokasi replanting tersebar di 10 kabupaten/kota se-Ria, kecuali Pekanbaru dan Kepulauan Meranti, karena sawit di kedua daerah tidak masuk komoditas utama.

“Untuk replanting, tahun ini kita (Riau) ditargetkan pemerintah pusat seluas 24,5 ribu Ha. Namun yang disepakati 24 ribu Ha,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie, Rabu (26/2/2020) seperti dilansir dari laman provinsi Riau.

Ahmad Syah Harrofie yang masih menjabat Asisten I Setdaprov Riau ini mengatakan pencapaian target 24 ribu ha replanting sawit itu tidaklah gampang. Karena banyak kendala yang dihadapi di lapangan. Baik itu masalah petani itu sendiri, legalitas lahan dan kendala lainnya.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Akan Resmikan Replanting Sawit di Musi Banyuasin

Karena itu, ia berharap adanya dukungan kabupaten dan kota terhadap program nasional ini untuk perencanaan, pendampingan dan pengawasan di lapangan.

“Sebab kita berharap target replating itu bisa dicapai maksimal. Walaupun tidak sampai 100 persen, paling tidak mendekati target. Sehingga selisihnya tidak seperti tahun lalu, ditargetkan 26 ribu Ha, yang terealisasi hanya 9 ribu Ha lebih,” harapnya.

Progress replanting tahun 2020 seluas 1.500 Ha. Hingga Januari kemarin sudah 400 Ha dan bulan Februari seluas 1.100 Ha sedang proses direplanting.

“Alhamdulillah progres sudah 1.500 Ha. Kita targetkan pada Maret bisa mencapai 3.500 Ha. Makanya kita harap dukungan kabupaten/kota dalam rangka singkronisasi baik untuk penetapan petani, prosedur, legalitas dan pengawasannya,” paparnya.

Baca Juga :   Melakukan Transformasi Perekonomian Dari Tak Berkelanjutan Menjadi Berkelanjutan (Bagian XV)

“Kalau kabupaten/kota serius, maka hal-hal yang menjadi hambatan bisa diminimalisir, sehingga kita meneruskan ke pusat lebih mudah,” sambungnya.

Sebab menurutnya, syarat untuk mendapatkan program nasional itu legaliatas lahan petani harus jelas, ada bukti kepemilikan dan tidak berada di kawasan hutan.

“Untuk replanting ini anggaran langsung diterima petani. Sana tidak melalui Disbun Riau. Angkanya 25 juta per hektare, maksimal 4 hektare per Kepala Keluarga (KK),” katanya.

Untuk diketahui tahun 2019 Riau ditargetkan seluas 26 ribu Ha sawit petani direplanting, namun hanya terealisasi seluas 9 ribu Ha.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like