Menko Airlangga Hartarto: Program B30 Perlu Dilanjutkan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Menteri Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa era New Normal ini adalah era dimana vaksin belum ditemukan, oleh karena itu pemerintah mempersiapkan skenario “Indonesia Menang”, yaitu bagaimana agar tingkat kematian menjadi rendah dan peningkatan ekonomi cepat.

Dijelaskan Airlangga dalam mewujudkan skenario tersebut pemerintah mempersiapkan beberapa langkah termasuk dukungan fiskal sebesar Rp. 686,20 T. Dari sisi ekonomi, wabah Covid-19 ini tentunya mengakibatkan pertumbuhan ekonomi turun PHK terjadi dimana-mana, para pekerja di rumahkan sehingga berdampak pada pengangguran dan kemiskinan naik.

Hal ini diungkapkan Menko Airlangga Hartarto dalam diskusi yang diselenggarakan Ikatan Alumni Mahasiswa Australia (IKAMA) bertemakan “Perekonomian Memasuki Normal Baru”. Narasumber lainnya adalah Dr. Ir. Achmad Hermanto Dardak, M.Sc., Ketua IKAMA.

Di sektor ekspor, menurut Airlangga, ada sejumlah sektor yang dapat bertahan dan juga terpuruk. Kelapa sawit salah satu sektor usaha yang mampu bertahan dan surplus sepanjang kuartal pertama 2020.

Menurut Airlangga, pemerintah tetap melanjutkan program strategis seperti B30 yang telah berjalan semenjak awal tahun ini. Program ini dinilai mampu menghemat devisa negara untuk impor solar. Walaupun, saat ini harga minyak bumi jatuh sehingga memperlebar selisih harga minyak bumi dengan FAME. Upaya penyelesaiannya, pemerintah telah menaikkan pungutan ekspor sawit dan mengucurkan dana untuk menopang program sawit di bawah BPDP Kelapa sawit termasuk B30.

Baca Juga :   Keliling Kebun Sawit, Mahasiswa Universitas Sidney Peroleh Informasi Positif Sawit

John Irwansyah Siregar , Sekjen Ikatan Alumni Mahasiswa Australia (IKAMA) mengakui industri sawit masih beroperasi normal sehingga dapat membantu perekonomian baik di tingkat lokal dan nasional. Oleh karenaitu, industri sawit membutuhkan dukungan dari pemerintah.

“Kami berharap pemerintah terus menjamin kelancaran distribusi yang dibutuhkan dalam bisnis perusahaan minyak kelapa sawit,” lanjut John Irwansyah yang juga Ketua GAPKI Cabang Bengkulu.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh IKAMA ini, beliau menilai pandemi Covid-19 telah memberikan efek domino pada aspek sosial, ekonomi dan kesehatan dimana diperlukannya peran serta dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama dapat mengakhiri situasi pandemic ini. Pemerintah dan swasta telah berupaya, melakukan kerjasama riset dan penelitian dengan negara China dan Korea dalam rangka menemukan vaksin tersebut.

Baca Juga :   IPOC 2017 Dihadiri 1500 Pebisnis dari 23 Negara

Dalam arahannya Menko berharap agar “IKAMA yang seluruh anggotanya adalah lulusan dari universitas di Australia, kiranya dapat menjadi jembatan untuk dapat dilakukannya kerjasama penelitian antara Universitas yang berada di Indonesia dengan Universitas di Australia untuk menemukan vaksin tersebut. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyiapkan insentif pemotongan pajak untuk litbang ini hingga 300%”.

Selanjutnya Menko juga sampaikan bahwa dalam upaya menaikkan permintaan ekonomi, biaya sebesar Rp 205 T disiapkan untuk program keluarga harapan, sembako, bansos, kartu pra kerja, diskon listrik, bantuan langsung tunai dana desa dengan total penerima sebanyak 100 juta penduduk Indonesia. Dari sisi pengadaan ekonomi, biaya sebesar Rp. 393 T disiapkan untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi UMKM, program padat karya, insentif perpajakan, pariwisata, pembiayaan investasi dan bantuan untuk pemda. Dengan stimulus ini diharapkan agar daya beli dapat bertahan, supply meningkat dan ekonomi bergerak kembali.

Baca Juga :   Bertemu Dirut BPDP-KS, Masyarakat Biohidrokarbon Tampilkan Potensi Bahan Bakar Berbasis Sawit

Selain itu, pemerintah menilai bahwa pandemic ini menjadikan digitalisasi menjadi sebuah keharusan baru dan kenormalan baru, dimana dalam rangka mengurangi dampak Covid-19 penerapan work from home sudah dilakukan baik oleh pemerintah, pabrik dan kantor maupun proses belajar mengajar. Mengingat pentingnya akselerasi revolusi industry 4.0 ini, pemerintah telah mempersiapkan insentif pajak (super tax deduction) untuk kegiatan vokasi dan pelatihan bagi para wajib pajak dunia usaha dan dunia industry dalam rangka pengembangan SDM hingga 200%.

Terakhir, Menko menghimbau dalam rangka mewujudkan Indonesia produktif dan aman secara kesehatan dalam normal baru ini, wajib adanya respon public untuk dapat disipin dalam menerapkan protocol baru kegiatan. Selain adanya syarat-syarat yang perlu disiapkan oleh daerah, beberapa protokol telah disiapkan seperti Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 oleh Menteri Kesehatan maupun surat edaran Menteri Perindustrian terkait prosedur wajib di tempat kerja dan industry agar bebas outbreak dan dapat menopang pertumbuhan ekonomi kita.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like