Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LIX)

Acara pembukaan pada malam tanggal 3 september benar-benar mengagumkan. Sajian musik pembuka acara disambut tepuk tangan meriah. Diantara yang hadir banyak orang ternama dalam bidang politik, bisnis, dan akademi, termasuk empat peraih Hadiah Nobel, yaitu George A. Akerlof, Daniel Mc Fedden, dan Michael Spence (ketiganya dalam bidang ekonomi) serta Richard Ernst dalam bidang kimia. Ada dua komisioner dari Uni Eropa, yaitu Joanquin Almunia dan Donneta Hubner. Hadir juga Mehmet Simzek (Menteri Perekonomian Turki), Anders Borg (Menteri Keuangan Swedia), Yang Mulia Sheika Hubna binti Khalid Al Qasimi (Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab), dan Supachai Panitchpakdi dari Thailand yang sedang menjabat Sekertaris Jendral UNCTAD.

Para duta besar untuk Jerman dari Brazil, China, Inggris raya, Swedia, dan Amerika Serikat memberikan kata sambutan singkat yang mengambarkan harapan mereka dari konfrensi ini. Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso juga hadir diantara para tamu.

Saya duduk dibagian belakang sabil menikmati makan malam bersama tamu lain dan mendengar Profesor Gunther Fielman, Direktur Akademi Fielman selaku pemilik tempat acara, mengatakan, “Belum pernah demikian banyaknya orang’ Usdik Povedai’ berkumpul dinegara bagian Schleswig-Holstein ini untuk berupaya mencari jalan keluar atas masalah dunia yang paling mendasar.”

Bagi saya, panitia terlalu berambisi melihat targetnya yang besar dan luas. Berbagai kelompok kerja difokuskan untuk membahas topik-topik lingkungan (bagaimana kita harus menghadapi perubahan iklim), sistem keamanan masyarakat sistem keamanan politik dan ekonomi, kesenjangan (bagaimana kita mencapi pemerataan dan kesamaan) dan pertumbuhan (bagaimana agar semuannya memperoleh keuntungan dalam proses globalisasi).

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like