Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXCV)

Pada tugas seperti itu saya tertolong oleh pengalaman di Himpunan Mahasiswa Teknik ITB dan kuliah Bahasa Inggris dari Kang Ebet Kadarusman. Saya selalu dipilih menjad MC dalam acara-acara kemahasiswaan, seperti pada acara malam keakraban mahasiswa Jurusan Kimia Teknik yang dihadiri Rektor ITB Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro. Malam keakraban itu pun tak sesuai dengan rencana awal karena beberapa hari sebelum acara terjadi insiden kabakaran laboraturium yang kemudian apinya merambat keruangan adminitrasi Jurusan Kimia Teknik ITB. Malam keakraban pun berubah jadi malam keprihatinan.

Peristiwa yang lebih besar berlangsung ketika pabrik terpadu di Tanah Gambus diresmikan. Sejak dalam tahap perencanaan, saya sudah antusias sekali. Kesempatan menyalurkan bakat dan keahlian dalam yang jarang terjadi muncul di depan saya, apa lagi gagasan mendirikan pabrik terpadu ini datang dari saya.

Rencana pembangunan pabrik baru di Tanah Gambus memang sudah menjadi keharusan. Pabrik lama milik Socfindo sudah tua, ketingalan zaman, dan tidak mampu mengolah produksi yang meningkat banyak akibat peremajan dan perluasan tanaman. Yang menjadi bahan pertimbangan bagi direksi adalah mengenai pabrik pemurnian dan pentaringan minyak sawit. Sucfindo juga ingin mengambil peluang adanya keuntungan yang dinikmati industri hilir. Keuntungan itu timbul dari peraturan perdagangan minyak sawit yang diterbitkan pemerintah.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like