Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian XCXIII)

Kondisi di atas sangat berkaitan dengan proyeksi konsumsi minyak nabati di masa mendatang, dimana negara-negara besar tersebut akan berdampak pada peningkatan permintaan minyak nabati, baik yang disebabkan oleh peningkatan penduduk, peningkatan pendapatan serta peningkatan konsumsi per kapita minyak nabati.

Proyeksi Ekonomi Global Menuju 2050

  1. GDP Berdasarkan Kawasan dan Negara

Menurut data PBB, pada tahun 2010 Gross Domestik Product (GDP) dunia adalah 47,920 milyar USD (2010). Dalam 23 tahun kedepan (tahun 2033) GDP dunia tersebut akan meningkat dua kali lipat, dan dalam waktu yang lebih pendek, yakni 17 tahun berikutnya (2050), GDP dunia akan meningkat tiga kali lipat menjadi 148-191 milyar USD (untuk menghilangkan efek inflansi, data yang digunakan tersebut adalah data constant price dengan tahun dasar 2005).

Berdasarkan kawasan, selama kurun waktu 1980 sampai dengan 2030, GDP terbesar adalah Uni Eropa, yang meningkat dari 7,961 milyar USD (1980) menjadi 19,334 USD pada tahun 2030. Sedangkan posisi kedua terbesar adalah Amerika Serikat, dengan GDP 5,720 milyar USD (1980) menjadi 27,700 USD pada tahun 2050. Peringkat ketiga adalah negara-negara maju (Developed Countries) dengan kenaikan dari 4,245 milyar USD menjadi 14,001 milyar USD pada kurun waktu yang sama.

Perkembangan yang begitu pesat ditumjukan oleh Negara Asia Timur yang akan menempati posisi teratas sejak tahun 2030 hingga proyeksi tahun 2050. (Negara Asia Timur mencakup : China, Hongkong, Korea, Indonesia, Malaysia, Mongolia, Philippines, Thailan, Brunai Darussalam dan Singapura). Pada tahun 1980, GDP kawasan Asia Timur adalah 674 milyar USD. Dengan pertumbuhan yang pesat (8,2% per tahun), GDP kawasan Asia Timur telah menyamai negara-negara maju pada tahun 2020, dengan GDP sebesar 11.962 milyar USD. Sementara GDP negara-negara maju pada tahun yang sama adalah 9.872 milyar USD. Kemudian tahun 2030, GDP kawasan Asia Timur telah mencapai 21.073 muilyar USD, dan sekaligus berhasil mengalahkan GDP Amerika Serikat (19.900 milyar USD) serta Uni Eropa (19.334 milyar USD). Laju pertumbuhan GDP Asia Timur jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat (2,1% per tahun) dan Uni Eropa (2,7% per tahun).

Sumber : GAPKI

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like