Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CXL)

Fase kedua, yakni Growth Stages. Umumnya setelah 5 tahun, keberhasilan inti plasma menarik investasi petani lokal untuk menanam kelapa sawit (perkebunan rakyat mandiri). Umumnya jumlah pertumbuhan rakyat ini bertumbuh cepat dalam dalah suatu wilayah sehingga luas kebun perkebunan rakyat mandiri secara total lebih luas dari kebun pola PIR.

Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit baik inti, plasma maupun petani mandiri mendorong berkembangnya usaha kecil-menengah-koperasi (UMKM) yang bergerak pada supplier barang/produk industri perkotaan, maupun pedagang hasil-hasil pertanian/perikanan/perternakan untuk kebutuhan pangan masyarakat perkebunan kelapa sawit.

Pada tahap selanjutnya, pertumbuhan kelapa sawit khususnya setelah menghasilkan minyak sawit (CPO) di kawasan tersebut berkembang pesat pemukiman, perkantoran, pasar, dan lain-lain sedemikian rupa sehingga secara keseluruhan menjadi satu agropolitan (kota-kota pertanian). Jumalah unit UKMK supplier barang/jasa untuk perkebunan kelapa sawit dikawasan pesesaan (per 100 ribu TM) cenderung meningkat dari tahun 2004-2012.

Baca Juga :   Rizal Ramli Kepret Standar CPO Uni Eropa

Sumber : GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like