Industri Kelapa Sawit Kunci Bagi Pencapaian SDG’S

Penulis : Nurhalena (Mahasiswi Universitas Tanjung Pura Prodi Manajemen Sumber Perairan)

Indonesia adalah negara pengekspor kelapa sawit terbesar didunia. Berdasarkan kecenderungan produktivitas dan laju penambahan luas penanaman kelapa sawit, Indonesia mampu bersaing dan menjadi produsen serta eksportir terbesar minyak sawit di dunia. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan Indonesia bisa memproduksi paling tidak 40 juta ton kelapa sawit per tahun mulai dari tahun 2020.

Industri perkebunan dan pengelohan sawit adalah industri guna bagi perekonomian indonesia kelapa sawit memberikan kesempatan kerja bagi jutaan orang Indonesia. Yang terpenting ekspor minyak kelapa sawit adalah penghasil devisa yang sangat besar.

Dasar pembangunan Indonesia menyongsong era globalisasi dan pasar bebas pasca 2020. Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu pondasi bagi tumbuh dan berkembangnya lapangan kerja di Indonesia.

Sepanjang Mei 2019, total ekspor minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 2,79 juta ton atau naik 14% dibandingkan dengan total ekspor pada bulan sebelumnya. Sementara totak ekspor pada mei 2019 tercatat mencapai 2,90 juta ton atau meningkat 18% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal itu menunjukan bahwa lajunya ekspor kelapa sawit sangat signifikan.

Minyak Kelapa Sawit merupakan komoditas yang mempunyai nilai strategis karena merupakan bahan baku utama pembuatan minyak makan. Sementara, minyak makan salah satu dari 9 kebutuhan pokok bangsa Indonesia. Permintaan akan minyak makan di dalam dan luar negeri yang kuat merupakan indikasi pentingnya peranan komoditas kelapa sawit dalam perekonomian bangsa.

Menurut teori pemasaran, terdapat istilah competitive nation yaitu negara dianggap mempunyai sesuatu competition advantage (suatu kelebihan) yang dapat dimanfaatkan untuk berkompetisi di pasar dunia. Disamping dengan sesama anggota ASEAN dalam blok ekonomi regional seperti AFTA, Indonesia juga harus bertempur di pentas dunia ( internasional) dalam WTO. Kondisi dunia yang semakin global tanpa adanya batas negara lagi yang menawarkan suatu konsep alternatif nation yaitu suatu negara alternatif yang memberikan paling banyak kemudahan dan keuntungan dalam melaksanakan suatu usaha tertentu. Arus modal investasi akan mengalir deras ke negara alternatif yang memberi kemudahan dan keuntungan yang terbaik.

Sektor kelapa sawit berperan penting bagi perekonomian nasional. Pertumbuhan di sektor ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Tercatat total nilai ekspor produk sawit pada 2017 sebesar Rp 239 triliun yang merupakan terbesar dan lebih besar dari sektor minyak dan gas. Dalam sektor ketahanan energi,penerapan kebijakan mandatori biodesel (Agustus 2015 s/d 30 juni 2018) menciptakan penghematan devisa sebesar US$ 2,52 miliar (Rp 30 triliun).

Sebagai industri padat karya, jutaan masyarakat Indonesia bergantung pada sektor kelapa sawit. Kebun industri mampu menyerap 4,2 juta tenaga kerja tidak langsung. Sejak tahun 2000, sektor kelapa sawit Indonesia membantu 20 juta orang keluar dari garis kemiskinan karena faktor-faktor yang terkait dengan ekspansi kelapa sawit dan setidaknya 1,3 juta orang yang hidup dipedesaan keluar dari garis kemiskinan secara langsung berkat kelapa sawit.

Manfaat ekonomi yang diciptakan oleh perkebunan kelapa sawit tidak hanya dinikmati oleh perkebunan kelapa sawit dalam negeri, namun juga dinikmati oleh perkebunan kelapa sawit luar negeri. Dengan kata lain, pertumbuhan kelapa sawit rakyat dengan kemitraan meningkatkan kapasitas ekonomi pedesaan untuk menghasilkan output, pendapatan kerja baik di perkebunan kelapa sawit maupun pedesaan di daerah pedesaan.

Ekspansi perkebunan kelapa sawit di Indonesia khususnya perkebunan rakyat telah menciptakan lapangan kerja dalam perekonomian. Jumlah rumah tangga perkebunan sawit rakyat meningkat dari 1,36 juta jiwa(2000) menjadi 4,4 juta jiwa (2016). Secara keseluruhan total tenaga kerja diserap di perkebunan kelapa sawit rakyat dari 2,7 juta menjadi 7,8 juta tenaga kerja.

Oleh karena itu, industri minyak kelapa sawit adalah kunci bagi pencapaian SDG’s terutama dalam pengentasan kemiskinan dan mengatasi kesenjangan dan ketidaksetaraan.

(Artikel dipublikasikan dalam rangka Lomba Penulisan PASPI)

7 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like