Hilir Perlu Dijaga

Salam Sawit Indonesia,

Pemerintah terus menjaga sektor hilir komoditas terutama sawit terus berkembang. Dengan mengoptimalkan industri hilir diharapkan pelaku usaha tidak lagi bergantung kepada windfall profit komoditas berbahan baku mentah. Melainkan mampu mencari produk bernilai tambah tinggi yang mampu berkontribusi bagi perekonomian dan konsumsi domestik.

Dalam Rubrik Sajian Utama, kami mengulas perkembangan sektor oleokimia sebagai produk turunan bernilai tambah tinggi.  sebagai catatan, pertumbuhan  jumlah perusahaan dan kapasitas produksi industri oleokimia yang gemilang pada kurun waktu 2016 hingga 2018. Pada tahun  2016 terdapat 17 perusahaan dengan kapasitas produksi 10.970.700 ton/tahun dengan nilai investasi mencapai Rp 4,7 triliun. Pada tahun 2019 bertambah menjadi 20 perusahaan dengan kapasitas produksi  11.326.300 ton/tahun. Penambahan investasi industri oleokimia di awal tahun 2019 mencapai Rp 4.84 triliun.

Baca Juga :   Ribuan Petani Sawit Malaysia Protes Larangan Sawit di Uni Eropa

Ada dua tantangan agar Indonesia menjadi pemain utama industri yakni pengamanan bahan baku industri dan inovasi untuk menambah ragam jenis produk hilir. Antara lain tarif pungutan dana perkebunan perlu disempurnakan agar menjamin pasokan bahan baku industri oleokimia dalam negeri.

Sektor oleokimia, dikatakan Abdul Rochim, termasuk sektor industri yang mendapatkan fasilitas perpajakan tax allowance dan tax holiday berkaitan investasi baru dan perluasan industri. Lebih dari 10 proyek perusahaan oleokimia dan/telah mendapatkan tax incentive. Paling utama adalah industri oleokimia memerlukan pengamanan bahan baku industri dan inovasi menambah ragam jenis produk hilir.

Khusus Rubrik Hot Issue, kami mengulas peranan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) sebagai jembatan antara petani dengan stakeholder lain seperti pemerintah, asosiasi bisnis, peneliti, dan universitas. Sebagaimana arahan Jend. TNI (Purn) Moeldoko, Ketua Dewan Pembinan DPP APKASINDO saat melantik jajaran pengurus baru periode 2019-2024 yang diketuai Gulat  ME Manurung dan Rino Afrino selaku Sekjen. Dalam pidatonya, Moeldoko meminta,”APKASINDO bekerja secara penuh dan inovatif, lakukan perubahan yang progresif. Sehingga keberadaan organisasi ini memiliki nilai positif kepada masyarakat dan petani sawit khususnya. Gunakan organisasi positif untuk sesuatu yang positif.”

Baca Juga :   Mekanisasi Spray + Herbisida Pra Tumbuh Solusi Bayer Plus Tingkatkan Profitability Hutan Tanaman Industri

Pembaca kami harapkan edisi ini mampu memberikan warna baru dalam dunia perkelapasawitan di Indonesia. Jatuhnya harga bukan berarti kiamat bagi kita semua, tetapi dapat menjadi pemicu untuk kita lakukan perbaikan dan pembenahan. Tabik.

5 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like