PEKANBARU – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melonjak karena diselimuti banyak sentimen positif. Harga CPO di bursa berjangka Malaysia tercatat MYR 6.156/ton, naik 3,18% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

“Harga minyak mentah jenis brent tercatat US$ 102,03/barel, melonjak 4,19% dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Sementara minyak mentah jenis light sweet (WTI) tercatat US$ 96,4, melesat 5,25% dibandingkan posisi akhir pekan lalu,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Rabu (2/3/2022).

Ia menjelaskan, bahwa CPO merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif pengganti fossil fuel. Oleh sebab itu wajar jika pergerakan harga CPO cenderung senada dengan harga minyak mentah.

“Saat harga minyak mentah melambung, harga CPO akan mengikuti,” jelasnya.

Di sisi lain, pasokan minyak nabati global juga terancam menipis dengan kisruh Rusia-Ukraina.

“India sebagai importir minyak nabati global sampai harus mencari eksportir baru di luar Rusia, Ukraina dan Indonesia.

Indonesia sebagai produsen terbesar sawit tengah mengupayakan adanya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). ” jelasnya.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka potensi pasokan ekspor CPO Indonesia ke pasar global bisa berkurang. Terakhir sentimen positif datang dari Negeri Jiran. Melansir Reuters, ekspor produk minyak sawit Malaysia mengalami kenaikan 25,1% secara month on month (mom) selama 1-25 Februari menjadi 1,09 juta ton.

Sumber: riau.go.id

Share.