PEKANBARU – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di perdagangan hari Senin kembali naik.

“Menurut data Refinitiv, kontrak berjangka CPO naik 6,38% selama seminggu di posisi MYR 5.921 per ton,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja di Pekanbaru, Selasa (12/4/2022).

Selain itu, kata Defris, trader minyak sawit David Ng juga mengatakan prospek ekspor yang lebih kuat untuk minyak sawit Malaysia juga mendukung harga CPO berjangka.

“Saya mendengar berita di lapangan bahwa ada data ekspor yang lebih kuat. Hal ini menunjukkan masih adanya minat beli dari pasar-pasar utama. Namun, kami masih menunggu laporan resmi yang akan keluar awal minggu depan,” ulang Defris mengutip pernyataan trader tersebut. 

“Fokusnya juga pada kinerja produksi dan ekspor untuk paruh pertama April yang akan menentukan tone selama bulan April,” jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan, kontrak CPO memiliki level resistance kunci di MYR 6.000/ton pada penutupan. 

“Kecuali jika level tersebut dilewati, kita mungkin melihat satu lagi penurunan yang akan terjadi di pasar ini hingga ke MYR 5.400/ton – 5.600/ton,” sebutnya.

Selain itu, ia mengatakan negara tujuan pembelian minyak sawit lainnya, selain India, sepi karena margin impor yang tidak menguntungkan.

“Namun, segalanya mungkin berubah dengan cepat jika harga minyak dan energi yang bersaing semakin menguat,” tukasnya. 

Sumber: riau.go.id

Share.