JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Persoalan banjir yang dihadapi Kalimantan Barat menjadi perhatian penuh perusahaan sawit khususnya anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Joko Supriyono, Ketua Umum GAPKI, menjelaskan bahwa perusahaan sawit di Kalimantan Barat khususnya anggota Gapki berkomitmen membantu korban banjir Kalbar.

Saat ini, kata Joko, penyaluran bantuan sudah dan sedang berjalan. Tahap pertama bantuan sebanyak 10.000 paket sembako yang melibatkan 25 perusahaan.

Tahap kedua direncanakan pemberian bantuan lagi sekitar 10.000 paket sembako untuk mendukung pemerintah dalam penangangan korban banjir Kalbar.

Pemberian bantuan secara langsung kepada masyarakat di Desa Sungai Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang, Kalbar. (Sumber foto:Gapki Kalbar)

“Kami yakinkan (kepada pemprov Kalbar) bahwa perusahaan perkebunan punya komitmen membantu korban banjir. Dan itu sudah dan sedang dijalankan,” ujarnya.

Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada empat kabupaten di Kalimantan Barat yang terkena dampak berat banjir. Antara lain Kabupaten Sintang, Kabupaten Malawi, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito menjelaskan bahwa bencana banjir yang terjadi di empat wilayah di Kalimantan barat itu dipicu oleh faktor cuaca, yakni tingginya intensitas hujan di wilayah hulu Sungai Kapuas. Kendati demikian, Ganip mengatakan bahwa kejadian banjir yang merupakan jenis bencana hidrometeorologi basah tersebut seharusnya dapat dicegah dengan berbagai upaya.

“Kalau kita melihat dan mengevaluasi itu, maka bencana hidrometeorologi sebenarnya bencana yang bisa kita cegah. Dengan apa? dengan penggunaan ruang hidup yang benar, kemudian perilaku masyarakat kita yang memahami tentang penggunaan alam dan seisinya itu untuk kehidupannya,” jelas Ganip seperti dilansir dari laman BNPB.

Share.