Edisi 42 April 2015

KAA dan Industri Sawit

Salam Sawit Indonesia, Perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar dari 19-24 April sebuah momentum baik bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia, Afrika dan Timur Tengah untuk memperkuat posisi mereka di  mata  dunia. Sudah saatnya, negara di kawasan selatan ini membangun aliansi bersama dan mempererat kerjasama dalam aspek perekonomian dan lainnya.

Terutama sekali bagi produsen utama CPO global yang terkonsentrasi di Asia dan Afrika. Hampir 90% produksi CPO berasal Indonesia, Malaysia, Thailand dan Nigeria. Ini artinya, sudah saatnya para produsen membangun koalisi besar sebagai cara memperluas penggunaan minyak sawit di negara pembeli. Yang paling utama, bagaimana menghadapi tekanan luar biasa dari negara maju/LSM asing.

Baca Juga :   Edisi 25 November 2013

Kelapa sawit sudah menjadi identitas kuat sektor perekonomian negara berkembang. Di  Indonesia, kelapa sawit berperan penting sebagai penyeimbang neraca perdagangan dan pembukaan lapangan kerja. Sama halnya dengan di Malaysia, Nigeria dan negara Afrika lainnya. Kelapa sawit menjadi solusi riil bagi pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi. Atas dasar itu, sebuah koalisi bersama diantara para produsen yang terlibat dalam Konferensi Asia Afrika harus didorong dan diwujudkan.     

Pembaca yang terhormat, Rubrik Sajian Utama di edisi April mengulas Humic Plus Green Agri adalah produk organik pembenah tanah ( soil conditioner ) dan growth stimulator. Dalam produk ini terdapat kandungan Humic Acid, Fulvik Acid di mana  kandungan humic lengkap ditambah  Trace Element (unsur hara micro), hormon pertumbuhan dan mikroba. Adapun bahan baku Humic Plus adalah potassium humic yang berkualitas tinggi berasal dari batuan leonardite. Pengguna pada umumnya sudah merasakan kemampuan produk ini yang dapat menghemat biaya pemupukan (kimia) sampai dengan 30% – 50% dan peningkatan hasil produktivitas (TBS) sebesar 20 %.

Baca Juga :   Diplomasi

Sebagai media, kami tidak sekadar menjadi sarana informasi berita. Lebih dari itu, Majalah SAWIT INDONESIA berupaya membantu pelaku usaha dan petani untuk menyampaikan aspirasi serta gagasan kepada pemerintah. Salah satunya dengan menyampaikan usulan revisi PP 71/2014 mengenai Perlindungan Ekosistem Gambut. Semoga edisi ini dapat bermanfaat. Selamat membaca.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Edisi 17 Maret 2013

Pembuktian  Industri Sawit, SALAM SAWIT INDONESIA, Bulan Maret menjadi bulan yang sangat spesial bagi sembilan perusahaan  kelapa sawit…

Edisi 44 Juni 2015

Program Hilirisasi Berjalan Mundur Salam SAWIT INDONESIA, Investasi hilir sawit  sebesar US$ 3 miliar yang sudah dibenamkan semenjak 2012…

Edisi 54 April 2015

Kenapa Harus Moratorium? Salam Sawit Indonesia,Kenapa kelapa sawit sampai harus dimoratorium? Niatan Joko Widodo, Presiden RI, untuk menjalankan…
Read More

Optimis Di Tahun Ayam Api

SALAM MAJALAH SAWIT INDONESIA Menjelang berakhirnya 2016, kondisi perdagangan industri sawit mulai membaik. Data dari Gabungan Pengusaha Kelapa…