Edisi 30 April 2014

Profesor Egum dan Riset Sawit

Salam Sawit Indonesia, Selasa, 8 April 2014, menjadi hari kelabu bagi dunia industri kelapa sawit tanah air. Profesor Endang Gumbira Sa’id atau biasa dipanggil Pak Egum pergi menghadap Sang Pencipta. Pria kelahiran Subang ini merupakan salah satu peneliti dan dosen yang gigih membela sawit dari kampanye negatif. Di setiap forum dalam dan luar negeri, Prof Egum selalu memberikan data ilmiah yang menunjukkan nilai positif dari produk kelapa sawit.

Selain itu, beliau selalu mendorong industri kelapa sawit mengarah kepada produk turunan yang tidak sebatas kepada minyak melainkan produk bernilai tinggi. Disinilah peranan riset sangat dibutuhkan guna menciptakan teknologi yang sifatnya membantu proses menghasilkan produk turunan sawit bernilai tinggi. Dalam hal ini, perguruan tinggi dan lembaga penelitian menempati posisi utama dari aspek penelitian sawit.

Baca Juga :   Moratorium Bikin Pusing

Bagi Ketua Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) ini, Diperlukan perbaikan sistem pendanaan litbang nasional yang mampu bersaing dengan negara-negara lain. Selanjutnya, membuat perbaikan infrastruktur penelitiaan dan pengembangan serta infrastruktur fisik dalam pengembangan industri hilir kelapa sawit terutama klaster industri. Yang penting, dibutuhkan koordinasi dari pemerintah dalam melakukan riset kelapa sawit.

Edisi April ini, Majalah SAWIT INDONESIA mengulas program integrasi sapi dan sawit yang dijalankan Kementerian Pertanian. Program yang bertujuan membantu pemerintah untuk swasembada daging sapi ini memanfaatkan perkebunan sawit yang sekarang ini seluas 9,2 juta hektare. Diperkirakan dapat menampung populasi sapi sebanyak 1,5 juta ekor. Tapi rencana ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Banyak perusahaan sawit yang resisten terhadap integrasi sapi dan sawitnya. Penyebabnya, sapi dinilai menjadi media penyebar ganoderma. Selain, aspek bisnis dari sapi potong yang belum menjanjikan.

Baca Juga :   Gambut dan Kedaulatan Negara

Untuk rubrik Sosok, kami menampilkan Debby Pane, Direktur PT Herfinta Farm&Plantation untuk menyambut Hari Kartini di tahun ini. Sebagai eksekutif wanita, Debby Pane memiliki visi yang kuat dalam menjalankan perusahaan keluarga ini. Memadukan teori dan pengalaman yang dimilikinya. Lulusan Universitas Trisakti ini membuktikan kemampuannya untuk membawa Herfinta tetap tumbuh dan berkelanjutan.

Pembaca yang terhormat, kami harapkan sajian informasi di edisi ini makin menambah wawasan dan pengetahuan yang dimiliki. Sehingga,majalah ini akan membawa dampak positif kepada industri sawit nasional. Terimakasih.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Ayo Gunakan Biodiesel

Salam Sawit Indonesia, Pemerintah meresmikan perluasan penggunaan biodiesel ke segmen PSO dan Non PSO. Tidak ada lagi, kendaraan…

Edisi 45 Juli 2015

Saatnya Badan Pengelola CPO Fund Bekerja Salam Sawit Indonesia, Pelaku sawit menanti kinerja Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit…

Edisi 44 Juni 2015

Program Hilirisasi Berjalan Mundur Salam SAWIT INDONESIA, Investasi hilir sawit  sebesar US$ 3 miliar yang sudah dibenamkan semenjak 2012…