Dr. Purwadi: Akselerasi PSR Harus Berlanjut Sampai ISPO dan Produktivitas

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Rangkaian diskusi webinar Percepatan Program PSR yang digagas DPP Apkasindo bersama BPDP-KS dan DitjenBun akan segera berakhir pada Jumat, 26 Juni 2019. Kegiatan diskusi tersebut telah sukses untuk memberikan pemahaman secara komprehensif masalah dan tantangan serta peluang PSR tidak hanya kepada para Petani juga semua stakeholder perkelapasawitan.

“Program PSR ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh petani, para petani mulai bergairah dan ingin membangun keragaan kebunnya yang lebih baik, dan ini harus dijadikan momentum untuk membangun kebun sawit rakyat berkelanjutan,” ujar Dr. Purwadi, Dewan Pakar Apkasindo

Dalam pandangannya, diskusi yang telah berlangsung 8 sesi ini menampilkan beragam. masalah dan tantangan yang harus diselesaikan mulai perkebunan petani di kawasan hutan, surat pemilikan lahan yang berlanjut pada sertifikasi lahan, ketersediaan bibit unggul siap tanam, ancaman hama dan penyakit, administrasi pajak dan pertanggungjawaban, pembiayaan selanjutnya (P-1 sd P-3) dari lembaga keuangan, pendampingan yang kurang, serta tantangan untuk membangun keberlanjutannya yang meliputi penguatan kelembagaan petani yang dibarengi dengan pengembangan Sistem Informasi Manajamen Peremajaan sawit rakyat (SIM_PSR) dan target akhir kebun bersertifikat ISPO.

Baca Juga :   Petani Swadaya di Sumatera Utara Dapat Sertifikat RSPO

“Program PSR ini diharapkan tidak hanya berakhir pada penanaman tanaman baru P-0, namun harus diupayakan untuk program pemeliharaan selanjutnya dari P-1 sampai dengan P-3, dan setelah menghasilkan dan bersertifikat ISPO. Ini tugas selanjutnya dari pemerintah khususnya Ditjenbun dan Disbun sebagai administrator pembangunan perkebunan untuk membantu petani sawit rakyat,” jelas Purwadi yang juga Direktur Pusat Sains Kelapa Sawit Instiper

Purwadi menyebutkan kemungkinan bantuan pembiayaan dengan memanfaatkan fasilitas KUR perlu menjadi perhatian utama, karena kapasitas petani untuk membangun kebun baru ini perlu terus di bantu pemerintah.

Oleh karena itu, PSR tidak sekedar fokus untuk penanaman tanaman baru namun membangun kebun baru, yaitu kebun yang mampu menghasilkan produksi optimal dan bersertifikat ISPO.

Baca Juga :   Prof.Dr.Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M.Eng, Deputi BPPT: Fuel Cell Untuk Masyarakat

DPP APKASINDO mulai mengadakan diskusi PSR pada 19 Mei 2020. Diskusi ini diadakan rutin 2 kali dalam seminggu. Beragam topik dan pembicara dihadirkan untuk membantu kesuksesan target PSR 500 ribu ha.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like