Muara Enim, Sumsel – Program Sawit Rakyat (PSR), salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya Pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit nasional yang saat ini rata-rata sekitar 3-4 ton/hektare dan umur tanaman diatas 25 tahun. Disini peran serta BPDPKS menjadi ujung tombak keberhasilan program yang di arahkan oleh Bapak Presiden RI, untuk mencapai target-target yang telah ditentukan bersama.

Dalam rangka percepatan program Peremajaan sawit Rakyat BPDPKS terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholders kelapa sawit. Pada tanggal 4 Maret 2022 telah dilakukan kegiatan Kegiatan penanaman perdana PSR di Kabupaten Muara Enim dengan melibatkan Kemenko Perekonomian, BPDPKS, dan Pengurus Besar NU. Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman perdana kelapa sawit, dilanjut acara inti yaitu sosialisasi program PSR kepada Gapoktan, petani, masyarakat dan para tokoh masyarakat. Serta penyerahan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kepada Koperasi Maju Bersama, Gapoktan Sepakat dan Koperasi Serasan Mulya Oleh Direktur Utama BPDPKS yang dituangkan di dalam Perjanjian Kerja Sama 3 Pihak yang diserahkan ke Lembaga Pekebun.

Turut serta juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Dirut BPDPKS Eddy Abdurrachman, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Ketum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, Ketua PWNU Sumatera Selatan K.H. Amiruddin Nahrawi, Bupati Muara Enim Nasrun Umar, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, dan para tokoh masyarakat.

Selain itu, dalam rangka mendorong percepatan program PSR juga telah ditandangani MoU antara BPDPKS dan PBNU dalam akselerasi dan percepatan implementasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penguatan UKMK sawit dan edukasi sumber daya manusia perkebunan sawit.

Program PSR yang menerapkan Good Agriculture Practice (GAP) dan penggunaan bibit unggul, akan meningkatkan produksi kelapa sawit tanpa harus melakukan pembukaan lahan baru. Program PSR ditargetkan dari tahun 2020-2022 untuk lahan seluas 540 ribu hektare dan didukung pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Kegiatan hari ini adalah replanting sawit yang sudah menjadi program Pemerintah, dan ini merupakan bukti nyata dukungan Pemerintah dalam menyukseskan program PSR. Diharapkan kedepannya para pekebun sawit swadaya dapat termotivasi untuk mengikuti program PSR. Keterlibatan Bupati/Kepala Daerah di wilayah lainnya yang menjadi sentra produksi kelapa sawit pun dapat mendorong untuk mencapai target PSR.” ujar Menko Airlangga.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan dan penyumbang devisa terbesar non migas, dan sekaligus sebagai eksportir terbesar minyak sawit di dunia dengan menguasai lebih dari 58% pangsa pasar dunia dan menciptakan lapangan kerja kepada lebih dari 16 juta tenaga kerja. Sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang paling efisien 3 sampai 8 kali lebih tinggi produsktivitasnya dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya.

Pertumbuhan industri sawit dalam negeri memproduksi lebih dari 146 jenis produk hilir yaitu produk pangan, produk industri, dan juga menjadi produk energi melalui program mandatory biodiesel B30 yang menghemat devisa dengan pengurangan impor solar.

Pada tahap pengajuan PSR tahun 2022 di Kabupaten Muara Enim, ditargetkan usulan lahan seluas 1.399 hektare lahan petani yang tergabung dalam 11 Koperasi atau Gapoktan. Sejak tahun 2017-2022, pelaksanaan Program PSR di Kabupaten Muara Enim telah mencapai luas 4.716 hektare yang tersebar di 15 Desa dan 4 Kecamatan pada lahan milik 17 Koperasi dan Gapoktan.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa komoditas kelapa sawit dipandang sebagai komoditas yang penting bagi perekonomian nasional, maka itu Pemerintah dan BPDPKS terus berupaya untuk mempercepat realisasi program PSR atau replanting dengan berbagai kebijakan salah satunya dengan mendorong bentuk kerjasama strategis multipihak, demi capai target yang optimal.

Sumber: bpdp.or.id

Share.