JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Rencana pemerintah untuk menghapuskan minyak goreng curah sudah direncanakan semenjak 8 tahun lalu. Tetapi, implementasinya terus tertunda berkali-kali  akibat kendala non teknis di lapangan.

Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) menjelakan rencana perubahan edar minyak goreng curah/centongan ke dalam bentuk  kemasan sederhana sudah dimulai sejak  8 tahun lalu. Tapi terjadi penundaan  launching migor kemasan ini berkali-kali akibat dari berbagai halangan non-teknis di lapangan.

Sejalan dengan rencana launching minyak goreng  dalam kemasan sederhana ini. Telah diterbitkan Permenperin Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pemberlakuan SNI 7709:2012 Minyak Goreng Sawit – ada waktu relaksasi bagi para produsen dan unit pengemas MdS –  yaitu  masih memperbolehkan produk minyak goreng curah yang  dikemas  itu tanpa tanda SNI untuk beredar sampai dengan 31 Desember 2021.

“GIMNI   kembali lagi menyampaikan early warning ini kepada produsen minyak goreng dari sawit  dan juga unit-unit pengemasan di lapangan supaya segera berbenah diri,” ujar Sahat.  

Sahat mendukung bahwa per 1 Januari 2022 dalam hal peredaran minyak goreng dari sawit  di pasar dalam negeri  akan menjalani sejarah baru yaitu  perubahan  pola edar  dari bentuk curah/ centongan/ berbungkus plastik terikat dengan simpul karet yang tak bermerek dagang , ke bentuk kemasan sederhana. Sebagaimana tertera dalam Permendag  Nomor 36/2020 tentang Minyak Goreng  Sawit Wajib Kemasan.

Kementerian Perdagangan memastikan kewajiban kemasan untuk minyak goreng konsumsi pangan bakal dimulai pada 1 Januari 2022 setelah ketentuan ini sempat diundur. Pemberlakuan kewajiban ini diharapkan dapat mengurangi aliran minyak jelantah ke pasar konsumsi pangan. Kewajiban kemasan untuk minyak goreng sendiri tertuang dalam Permendag No. 36/2020 tentang Minyak Goreng Sawit Wajib Kemasan. Dalam beleid tersebut, minyak goreng dalam bentuk curah hanya boleh beredar di pasar sampai 31 Desember 2021 dan setelahnya harus dalam kemasan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Susi Herawaty mengharapkan aturan tersebut bisa berlaku dengan optimal. Dia menyebutkan Kemendag akan mengawasi secara ketat implementasi aturan tersebut demi mencegah beredarnya kembali minyak goreng curah.

Share.