40% Produksi CPO PTPN V Dipasok TBS Petani

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V mencetak kenaikan produksi CPO sebesar 0,46%  menjadi 1,59 juta ton sepanjang 2020.  Dengan luas lahan menghasilkan mencapai 66,75 ribu hektare dan produktivitas TBS PTPN V yang mencapai 22,87 ton per hektare.

“40 persen Produksi CPO PTPN V berasal dari buah sawit masyarakat. Dengan begitu, total jumlah produksi TBS kebun sendiri dan pembelian dari plasma sepanjang 2020 lalu mencapai 2,54 juta ton,” urai Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko K Santosa, dalam keterangan tertulis di Pekanbaru, Jumat (9/7/2021)

Ia mengatakan selain dari kebun inti, PTPN V sebagai perusahaan negara juga menyerap TBS masyarakat. Sehingga, total TBS yang diolah PTPN V menjadi CPO mencapai 2,54 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sawit yang diolah menjadi CPO tercatat sebesar 543,02 ribu ton atau meningkat 8,99 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Begitu juga dengan produksi minyak inti sawit yang mencapai 107,85 ribu ton atau melonjak 10,29 persen dibandingkan 2019.

Lebih jauh, Jatmiko yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau itu menjelaskan bahwa pandemi Covid 19 belum usai.

“Semoga kinerja keuangan dan operasional 2020 menjadi “positive driver” untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham menjadi perusahaan perkebunan yang berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Jatmiko mengatakan sejak 2019 kita telah menancapkan pondasi kuat untuk merubah PTPN V ke arah yang lebih baik. Ketaatan pada aturan, validitas data, transformasi digital, dan kembali ke khittah kita sebagai perusahaan perkebunan negara yang hadir untuk sawit rakyat, membantu kita dapat mengarungi tahun 2020 dengan baik hingga mencatatkan hasil yang positif.

“40 persen Produksi CPO PTPN V berasal dari buah sawit masyarakat. Dengan begitu, total jumlah produksi TBS kebun sendiri dan pembelian dari plasma sepanjang 2020 lalu mencapai 2,54 juta ton.”

Selain fokus pada lini usaha korporasi, Jatmiko mengatakan bahwa PTPN V juga fokus pada peningkatan perekonomian para petani sawit mitra, salah satunya melalui program PTPN V Untuk Sawit Rakyat. Hingga saat ini, program peremajaan perkebunan sawit yang turut menggandeng BPDPKS, Dirjenbun, Dinas Perkebunan TK I dan TK II, Himbara dan lembaga pembiayaan lainnya telah menyentuh hingga 9.500 hektare dan ditargetkan hingga 2025 mendatang mencapai 28.000 hektare. 

Dalam program itu, PTPN V tidak luput memperhatikan ekonomi para petani yang mengikuti program peremajaan sawit rakyat dengan menggulirkan program pendanaan UMKM secara bergilir dan bergulir.

Menghadapi 2021 ini, Jatmiko optimis PTPN V akan tetap berada di rel yang tepat selama kinerja dan kebersamaan sesuai dengan corporate culture terus diterapkan dan dilaksanakan insan pekebun hebat, julukan para karyawan perusahaan.

“Saudara-saudaraku semua, selain bersyukur atas pencapaian kita, kami mengajak saudara-saudara untuk istiqomah mengawal perbaikan- perbaikan yang sudah kita mulai. Jangan pernah kasih kendor. Masih banyak ruang perbaikan yang bisa lakukan. Selalu ingat, ruang terbesar di dunia ini adalah ruang perbaikan,” tegas Jatmiko yang juga ketua GAPKI Riau tersebut.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like