Yes! Referendum Setujui Perdagangan Bebas Indonesia-Swiss

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Hasil Referendum di Swiss semakin memperkuat hubungan dagang Indonesia-Swiss. Pemungutan suara menunjukkan 51,6%  mendukung perdagangan bebas kedua negara.

Presiden Swiss Guy Parmelin menjelaskan bahwa  masyarakat Swiss mendukung kesepakatan perdagangan kedua negara secara benar dan seimbang.

“Pemungutan suara ini bukanlah memperdebatkan masalah ekonomi terhadap hak asasi manusia dan lingkungan,” katanya seperti dikutip dari  laman www.swissinfo.ch.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia telah resmi bekerja sama dengan empat negara yang tergabung dalam European Free Trade Association (EFTA). Keempat negara tersebut yaitu Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia. Kerangka kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan lndonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (lE-CEPA).

Namun, perdagangan bebas ini mendapatkan tentangan dari Partai Hijau Swiss bersama NGO lingkungan. Parlemen meratifikasi kesepakatan tersebut pada tahun 2019 untuk menyerukan referendum di bawah sistem demokrasi langsung Swiss.

Melayui FTA, kedua negara secara bertahap akan mengurangi atau menghapus bea masuk atas produk industri. Untuk minyak sawit, Swiss akan menurunkan tarif sekitar 20% -40% hingga 12.500 ton per tahun, tetapi hanya jika standar keberlanjutan terpenuhi.

Perjanjian IE-CEPA mencakup isu-isu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, pembangunan berkelanjutan, ketentuan asal dan bea cukai, fasilitasi perdagangan, pengamanan perdagangan, persaingan usaha, legal, serta kerja sama dan pengembangan kapasitas.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like