Wapres RI : Devisa Sawit Capai Rp 270 Triliun, Berkat Dukungan GAPKI

NUSA DUA, SAWIT INDONESIA – Perusahaan sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendapatkan pujian dari Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin saat pembukaan 15th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Rabu (31 Oktober 2019).

“Sawit sebagai komoditas yang bernilai strategis mampu  berkontribusi sebesar 270 triliun untuk devisa negara. Keberhasilan ini tidak terlepas  karena kerja para pelaku usaha sawit  yakni para petani dan pengusaha khususnya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI),” kata Wapres Ma’ruf Amin

IPOC 2019 merupakan konferensi yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500 peserta dari 18 negara.

Wapres menambahkan, pembangunan perkebunan kelapa sawit mampu mendorong perekonomian dan menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru seperti di Sumatera Utara, Riau dan Kalimantan. Banyak  Provinsi di Indonesia perekonomian bertumbuh karena digerakkan oleh sawit.

Bahkan, kata Wapres keberadaan sawit mampu menggerakkan perekonomian di daerah pinggiran.”Karena itu, kedepan peran komoditas ini harus terus ditingkatkan. Apalagi karena adanya peningkatan permintaan dunia akan energi berkelanjutan.”

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah agar fokus meningkatkan produktivitas minyak sawit dan menciptakan pasar baru guna peningkatan daya saing minyak sawit Indonesia.

Pertama, pemerintah berupaya menitikberatkan pada peningkatan produktivitas sawit. indonesia telah melakukan kebijakan penundaan (moratorium) izin pembukaan lahan sawit sejak 2015. Mengerem ekspansi pembukaan kebun sawit baru dengan memaksimalkan intensifikasi. “Perningkatan produktivitas sawit dengan percepatan (peremajaan (replanting) tanaman kelapa sawit,” ujar Joko Supriyono Ketua Umum GAPKI di Nusa Dua Bali, Kamis (31/10).

Dia menambahkan, kebun sawit petani mesti ditingkatkan produktivitas minyak sawit melalui kmitraan budidaya dengan perusahaan sawit. Kedua, penciptaan prmntaan sawit baru degan penguatan pasar domestik. Indonesia mempunyai peluang besar pengembangan energy terbarukan. “Sawit untuk biodiesel akan perkuat domestik dan membuka peluang baru di era idustrialisasi sawit,” katanya.

Ketiga, peningkatan ekspor sawit sekitar 70% ke pasar internasional. “Ini penting guna meningkatkan daya saing minyak sawit di pasar global,” ujar Joko.

Dalam kesempatan ini Wapres juga mengingatkan, pesan Presiden Jokowi tahun lalu untuk perbaikan sawit. Menurut Wapres Presiden Jokowi punya 5 pesan penting untuk perbaikan industri sawit yakni  memaksimalkan produktivitas,  peremajaan sawit, perluasan ekspor, pengembangan industri hilir dan keberlanjutan dari program B20 terus dilanjutkan

11 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like