Wapres: Peremajaan Menjadi Solusi Produktivitas Sawit

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin membuka dialog dengan petani sawit dari 8 provinsi. Petani diminta meningkatkan produktivitasnya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat dan meningkatkan kompetensinya.

Terbang dari Manokwari menuju Jakarta, Dorteus Paiki menyimpan harapan untuk bisa bertemu Wakil Presiden RI. Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Papua Barat ini ingin menyampaikan rendahnya harga TBS sawit di Manokwari  dibandingkan provinsi sentra sawit lainnya.  Ia juga ingin melaporkan kegiatan peremajaan tanaman sawit yang mulai berjalan di Papua Barat.

“Harga ketetapan pemerintah hanya jadi formalitas. Sebab kenyataan di lapangan harga jauh di bawah. Misalnya jika harga ketetapan pemerintah Rp1.600 per kilogram, di lapangan harga ini bisa hanya Rp1.100 per kilogram. Di Manokwari Papua malah cuma Rp 500 per kilogram,” ujar Paiki.

Pada 13 Februari 2020, niatan Paiki bertemu Wapres dapat tercapai. Ia bersama jajaran pengurus pusat dan daerah APKASINDO diterima Wapres di  Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan ini hadir pula Gulat ME Manurung, Ketua Umum dan Rino Afrino, Sekretaris Jenderal APKASINDO beserta  Ketua DPW Provinsi Jambi Kasriwandi, Ketua DPW Provinsi Sumatera Selatan Slamet S., Ketua DPW Provinsi Lampung Abdul Simanjuntak, Ketua DPW Provinsi Kalimantan Selatan Samsul Bahri, Ketua DPW Kalimantan Timur Sunyoto,dan  Ketua DPW Sulawesi Selatan Badarudin.

Baca Juga :   Telkom Dukung Transformasi Bisnis PTPN III Holding

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi, Infrastruktur dan Kemaritiman Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Bidang Infrastruktur dan Investasi Sukriansyah, Staf Khusus Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Aziz, Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, Tim Ahli Wapres Johan Tedja Surya, dan Staf Ahli Menteri Pertanian Gatot Sumardjo Irianto.

Di pertemuan ini, Wapres menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen dalam mendukung petani kelapa sawit, khususnya petani swadaya, melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Program Replanting Sawit. Program PSR ini diharapkan dapat meningkatkan produksi kelapa sawit dan memberikan hasil yang optimal hingga mencapai 8 ton/ha/tahun.

Baca Juga :   Supaya ISPO Lebih Kredibel, Ini Solusi Kementerian LHK

“Saya melihat dari data produktivitas kelapa sawit kita masih tergolong rendah, yaitu 3,7 ton. Melalui program replanting ini diharapkan produksi dapat meningkat,” ujar Ma’ruf Amin.

Saat membuka pembicaraan, Gulat ME Manurung, Ketua Umum DPP APKASINDO  menjelaskan penyebaran  perkebunan sawit di Indonesia. Hampir seluruh provinsi di indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit , tercatat 22 Provinsi memilikinya yaitu ( Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Sumsel, Jambi, Bengkulu, Babel, Lampung, Banten, Kalsel, Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kaltara, Sulsel, Sulbar, Sulteng, Sultra, Gorontalo, Papua Barat, Papua ) luasan kebun sawit rakyat mencapai 6 juta ha, dari total luas perkebunan sawit indonesia lebih dari 14 juta ha, lebih dari 20 juta keluarga petani bergantung hidupnya langsung ke sektor ini, dari semua lapisan masyarakat bahkan dari kalangan pesantren, dimana tumbuh dan berkembang di tengah kebun sawit.

Baca Juga :   Presiden Jokowi: Peremajaan Sawit Petani 350 Ribu Ha di Sumut Mendesak Dikerjakan

Sejak 1980, pengembangan kelapa sawit di indonesia ditujukan untuk membuka dan membangun pusat pusat pertumbuhan ekonomi baru dikawasan pedesaan, daerah terbelakang, pelosok. Pengembangan Kelapa Sawit, sangat berperan dalam pembangunan pedesaan dalam mengurangi angka kemiskinan.

Dijelaskan kembali bahwaIndustri sawit merupakan industri padat karya, jutaan masyarakat sangat bergantung pada industri sawit, sebagai penyumbang devisa lebih dari 300 Triliun, dan menciptakan 4,2 juta lapangan kerja langsung serta 12 juta lapangan kerja tak langsung.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 100)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like