Wakil Menteri Luar Negeri RI Tegaskan Pentingnya Pemanfaatan Aset Kekayaan Intelektual untuk Pengembangan Industri Kreatif dan UMKM

Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan “Dialog Nasional Kekayaan Intelektual untuk Daya Saing Sektor Ekonomi Kreatif dan UMKM” (24-25/3) Dalam rangka mengisi Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan (International Year of Creative Economy for Sustainable Development / IYoCE 2021) dan sekaligus memperingati World IP Day 2021.
Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar dalam sambutan kuncinya menggarisbawahi pentingnya pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual secara efektif dalam menjaga resiliensi industri kreatif dan UMKM di Indonesia pada saat pandemi.

Kegiatan Dialog Nasional ini dimaksudkan sebagai forum untuk membahas bagaimana memperkuat daya saing sektor ekonomi kreatif dan UMKM melalui proses pembelajaran manajemen dan komersialisasi Kekayaan Intelektual. Mendorong perkembangan sektor UMKM melalui KI akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inovatif dan inklusif.

Dialog Nasional ini mempertemukan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk berdiskusi secara terbuka dengan para pembuat kebijakan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan juga menghadirkan Direktur Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan Intelektual (PKKI) Kementerian Luar Negeri yang menekankan mengenai perlunya memanfaatkan momentum Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021, jangan sampai terlewatkan begitu saja. “Kita perlu memastikan implementasi yang meaningful dan impactful”. Dalam presentasinya Direktur PKKI juga menyampaikan usaha diplomasi ekonomi terkait pemanfaatan pelindungan Kekayaan Intelektual, sehingga memastikan rejim KI global yang fair, seimbang, melindungi kepentingan nasional serta terus memberikan ruang tumbuh bagi pelaku ekonomi nasional.

Wakil Menteri Luar Negeri juga menekankan perlunya menggunakan tolak ukur yang tepat dalam menilai daya saing dari suatu  intangible asset seperti Kekayaan Intelektual. Tolak ukur ini tidak bisa disamakan dengan produk industri secara umum. Mahendra mengatakan “Jangan sampai kita memakai tolak ukur yang salah. Jika bicara mengenai heritage, budaya lebih dari sekedar rupiah”.

Dialog Nasional juga menghadirkan Dr. Freddy Haris, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang menekankan bahwa Pemerintah akan terus fokus ke sektor UMKM. Beliau mengatakan penting bagi pelaku usaha termasuk UMKM untuk mendaftarkan aset Kekayaan Intelektual mereka. “Fokus Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) saat ini adalah UMKM”, ujarnya. Sementara itu, Andrew Ong, Director of Asia and the Pacific Divisions WIPO yang mewakili Director General WIPO, Daren Tang, juga hadir dan menjelaskan bagaimana penggunaan KI dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Kegiatan Dialog Nasional ini turut dihadiri oleh berbagai narasumber lainnya dari berbagai latar belakang khususnya pelaku ekonomi kreatif dan inkubator pengembangan UMKM, pelaku UMKM yang telah berhasil mengembangkan usahanya. Kegiatan Dialog nasional telah menjaring 200 pemangku kepentingan di bidang ekonomi kreatif dan UMKM yang secara aktif berdialog guna membangun upaya pengembangan sektor ekonomi kreatif dan UMKM termasuk  pengembangan brand and design serta pendaftaran dan pengelolaan KI untuk pelaku ekonomi kreatif.

Sumber: kemenlu.go.id

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like