Musdhalifah Machmud, Deputi Menko Perekonomian: UU Cipta Kerja, Transformasi Sinergi Regulasi

Pelaku usaha diminta urun rembug dalam pembahasan rancangan peraturan pemerintah sebagai turunan UU Cipta Kerja. Beleid ini diharapkan menyelesaikan hambatan usaha di sektor sawit.

Industri sawit mampu berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Di tengah pelemahan harga komoditas, sektor ini tetap melaju positif.  Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud, saat memberikan sambutan di acara Indonesian Palm Oil Stakeholders (IPOS Forum) secara virtual, Kamis (26 November 2020).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat bahwa  surplus neraca perdagangan pada September 2020 sebesar US$13,82 miliar.  Di bulan yang sama, kontribusi sawit bagi  devisa ekspor mencapai US$15 miliar.

“Sebagai komoditas pertanian ekspor terbesar di Indonesia, sawit memiliki peran strategis pada perekonomian secara keseluruhan baik langsung dan tidak langsung,” kata Musdhalifah.

Baca Juga :   Trakindo Volunteer Mengajar 2016: Membangun Karakter Siswa demi Kemajuan Bangsa

Di tengah masa pandemi Covid-19 berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk pemulihan bidang ekonomi. Pada pidato kenegaraan, Presiden Jokowi juga menyampaikan pandemi Covid-19  menjadi momentum untuk melakukan lompatan dengan kata lain supaya dapat membenahi secara fundamental. Dengan melakukan transformasi besar dan menjalankan strategi besar.

Hal senada juga disampaikan Musdhalifah salah satu transformasi besar yang dilakukan di bidang ekonomi dengan mensinergikan regulasi yang selama ini menjadi hambatan kemudahan berusaha. “Serta menerapkan perizinan yang standar cepat dan menjamin kepastian berusaha, melalui disahkannya UU Cipta Kerja. Timing UU ini sangat tepat karena menciptakan lapangan kerja dan mengurangi dampak usia produktif kerja,” ujarnya.

Selanjutnya, Musdhalifah menambahkan UU Cipta Kerja merupakan jembatan antara program mitigasi penanganan covid dan reformasi struktural. Selain itu, menjadi jaring penyelamat ekonomi dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

Baca Juga :   BPOM Larang Peredaran Produk Berlabel Palm Oil Free

“Sebagai reformasi besar yang menjadikan Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional maupun domestik. UU ini diharapkan akan mendorong investasi dan lapangan kerja sehingga akan mengurangi angka kemiskinan,” lanjut Musdhalifah.

UU Cipta Kerja juga turut  mengatur tata kelola lahan dan perizinan serta kemitraan dalam industri sawit yang berkontribusi positif pada perekonomian nasional. Agar UU tersebut dapat terimplementasi dengan baik, saat ini pemerintah tengah menyelesaikan Rancangan perundangan dari UU Cipta Kerja yang terdiri dari 44 Rancangan Peraturan Pemerintahdan 4 Rancangan Peraturan Presiden (Perpres). Penyusunan pelaksanaan ini tentunya membutuhkan masukkan dari seluruh lapisan masyarakat agar dapat terimplementasi dengan baik untuk meningkatkan perekonomian nasional.

”Peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja di sektor pertanian sudah disusun dalam bentuk RPP dan telah diunggah pada 10 November 2020. Pokok pengaturan dalam RPP antara lain batas maksimum dan minimum terkait penggunaan lahan perkebunan, pembangunan kebun masyarakat, pengalih fungsian lahan budi daya, pola kemitraan dan sistem informasi pertanian,” kata Musdhalifah.

Baca Juga :   Sinarmas Promosikan Minyak Sawit Kaya Nutrisi

“Semua RPP yang dimaksud saat ini masih dalam proses finalisasi. Kami juga sudah mendapat masukkan dari GAPKI untuk sektor pertanian. Saat ini masih dalam pembahasan. Peraturan tersebut diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja dan kemudahan berusaha di sektor perkebunan kelapa sawit,” tambah Musdhalifah.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 110)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

水泥市场销售稳定 预计今年下半年提高8%

【本报雅加达讯】今年上半年,水泥销售仍持续增长,虽然不太大。根据印尼股市(BEI)记载,已售出2901万吨或比去年同期落实的2798万吨提高3.7%。 根据Kresna证券交易所经营的印尼水泥业协会数据,有3家水泥企业的销售量提高,但有1家水泥企业销量却降低。销售量降低的企业是巴杜拉查水泥(Semen Baturaja)公司,今年上半年的销量比去年同期落实的57万1000吨降低7.2%,成为53万吨。虽然如此,巴杜拉查水泥公司销量降低,是因为今年4月至5月期间,该水泥厂进行维修的缘故,该公司有信心, 销售业绩将在下半年恢复。与此同时,今年上半年,3家销量提高的水泥厂,即印尼水泥厂(Semen Indonesia )公司销量提高4.6%成为1279万吨,接下来是印尼霍尔希姆水泥(Holcim Indonesia)公司销量提高3.6%成为415万吨和销量提高2%成为的882万吨的印多水泥 Baca Juga :   Gunawan Siregar, General Manager Corporate Affair Musim Mas Musim Mas Jaga…