Bagian II

Dibawah kebijakan etanol Thailand, pemerintah mempromosikan penggunaan gasohol melalui insentif harga (keringan pajak di tingkat ritel) dan pengurangan pajak cukai untuk mobil yang kompetibel dengan bensi E20 dan E 85. Untuk meningkatkan konsumsi biodiesel, pemerintah terus memberlakukan mandatori pencampuran (blending) biodiesel dengan solar (fosil fuel) yang dipasok ke seuma sektor pasar, termasuk penggunaan transportasi, kereta api, transportasi laut, pertanian dan industri.

Kementerian Energi dilaporkan menijau Cetak Biru Terpadu Thailand (Thailand Integrated Energy Blueprint, TIEB 2015), termasuk AEDP 2015, dengan mempertimbangkan bahwa harga minyak bumi global yang rendah masih terus berlanjut dalam jangka panjang dan akan berdampak pada produksi domestik  tidak dapat memenuhi tingkat konsumsi yang ditargetkan sampai tahun 2036. Produksi dalam negri jauh dibawah target  di bawah rencana pengembangan biofuel yang dilaksanakan selama dekade terakhir. Produksi CPO, bahan baku utama untuk produksi biodiesel, mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir dan prospek produksi di masa depan menunjukan ketidak pastian.

Sementara rencana AEDP yang baru tidak akan disetujui secara resmi sampai akhir 2017, ada harapan kuat bahwa target konsumsi BBM dan biodiesel tahun 2036 akan diturunkan menjadi 2,6 miliar liter untuk tahun 2015. Strategi tersebut, seperti masa lalu, adalah bahwa tujuan penggunaan biofuel harus dipenuhi dengan mengunakan sumber daya domestik hanya dengan tidak bergantung pada impor bahan bakar nabati atau bahan baku biofuel.

Sumber: GAPKI

Share.