Tangguh Saat Pandemi, Kemenperin Siapkan Strategi Perkuat Oleokimia

Putu Juli Ardika, Plt.Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI menjadi keynote speaker webinar Majalah Sawit Indonesia dan APOLIN bertemakan” “Momentum Industri Oleokimia Indonesia di Pasar Global: Peluang dan Tantangan. Beragam fasilitas dan strategi dipersiapkan Kementerian Perindustrian untuk mendukung oleokimia.

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Sektor industri oleokimia berbasis pengolahan minyak sawit tetap memberikan kinerja positif di saat pandemi. Kebutuhan masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan meningkatkan penggunaan produk oleokimia seperti sabun dan glycerine (bahan baku hand sanitizer) dalam rangka memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menjadikan industri oleokimia sebagai salah satu prioritas nasional sejak tahun 2010, dan konsisten memberikan dukungan agar sektor ini tumbuh mantap dan berkelanjutan.

“Kemenperin menyiapkan beberapa fasilitas dan dukungan bagi industri oleokimia agar tetap produktif, bahkan di tengah pandemi,” ujar Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dalam Webinar “Meningkatkan Momentum Industri Oleokimia Indonesia di Pasar Global”, Kamis (9 September 2021).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN)  dan Majalah Sawit Indonesia yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Webinar dibuka oleh Putu Juli Ardika, Plt. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI yang menghadirkan tiga pembicara yaitu Asep Asmara (Direktur Ekspor Produk Pertanian Kemendag RI), Emil Satria (Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kemenperin RI), dan Fadjar Donny Tjahjadi (Direktur Teknis Kepabeanan Bea Cukai).

Putu Juli Ardika, Plt.Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI mengatakan kebijakan hilirisasi kelapa sawit mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Sektor hilir telah  mampu menyerap 80 persen lebih bahan baku kelapa sawit menjadi produk turunan. Hingga kini terdapat 160 jenis produk di industri hilir dalam bentuk produki di sektor pangan, bahan kimia, oleokimia, hingga bahan bakar baru terbarukan.

Beragam fasilitas dan strategi dipersiapkan Kementerian Perindustrian untuk mendukung oleokimi. Fasilitas tersebut antara lain penerbitan dan monitoring Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) bagi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri agar dapat tetap beroperasi di masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Apalagi industri oleokimia termasuk dalam sektor kritikal yang dapat tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Putu.

Selanjutnya, industri oleokimia juga termasuk dalam sektor industri yang mendapat fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yaitu harga beli di plant gate sekitar USD6/MMBTU sesuai Perpres No. 40 tahun 2016. Fasilitas ini telah diterima oleh sekitar 20 pabrik oleokimia dari 11 perusahaan dan dirasakan sangat efektif dalam mendukung daya saing produk ekspor industri oleokimia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APOLIN Rapolo Hutabarat memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenperin yang telah konsisten mendukung kebijakan HGBT, sehingga kinerja industri oleokimia dapat mengimbangi peningkatan kebutuhan pasar.

Kebijakan primer lain yang bermanfaat mendukung kinerja industri oleokimia adalah penetapan tarif pungutan ekspor bahan baku CPO dan/atau CPKO lebih tinggi daripada produk intermediate/hilir, untuk menjaga pasokan bahan baku bagi industri oleokimia domestik. “Industri oleokimia juga memperoleh dukungan berupa advokasi tarif pungutan ekspor kelapa sawit CPO dan turunannya yang lebih pro-industri pengolahan, sesuai PMK No. 191/2020 juncto PMK 76/2021,” jelas Plt. Dirjen Industri Agro.

Putu menjelaskan, dukungan dan fasilitasi tersebut bertujuan untuk mempertahankan industri oleokimia agar tetap berada pada momentum kinerja berketahanan tinggi (high resilience). “Kemenperin juga mendorong sektor industri oleokimia sebagai penghela program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), seiring percepatan-perluasan program vaksinasi COVID-19 masyarakat,” tandasnya.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like