Tanah Harapan Elaeis (Bagian XXVII)

Setelah Bertahan Di Masa Sulit

Masih berbekas di benak Andi tentang pembukaan kelapa sawit milik PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VI di kawasan Kebun Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada 1986. Saat itu kebun masih masuk dalam wilayah Kabupaten Kampar. Menunggangi Honda CB 100, Andi kecil bersama ayahnya memboyong bermacam bahan makanan ubtuk di jual ke barak para pekerja penumbangan hutan seluas 6.000 hektar itu “Saat itu simpang menuju lokasi kebun dari jalan lintas Bangkinang-Ujung Batu masih sangat sepi. Hanya ada satu rumah berkontruksi kayu. Di situlah para pekerja menumpang jika akan berpergian ataupun kemalaman saat akan masuk ke lokasi” kisahnya.

PTPN VI tidak bertahan lama di sana lantaran kemudian kebun kelapa sawit itu sudah menjadi milik PT. Padasa Enam Utama. Masih di hutan yang sama, betapa sulitnya orang masuk ke lokasi perkebunan PTPN V di kawasan Sei Galuh. Butuh waktu lebih dari 4 jam dari Simpang Panam untuk bisa sampai kebarak yang ada di lokasi kebun. “Kalau mendadak bertemu gajah yang melintasi, itu bisa, engak aneh,” Kenang Andi.

Dan masih teringat juga oleh Andi pada 1989 silam, saat dia bersama dua orang temannya menjadi buruh imas tebang di Plamboyan, kawasan antra kota Batak-petapahan Kecamatan Tapung, yang saat itu masih masuk dalam wilayah kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

Penulis : Abdul Aziz

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like