Tanah Harapan Elaeis (Bagian XXV)

Luas Kebun Kelapa Sawit Riau 2017

No Kabupaten/Kota TBM TM TTR Total Produksi (Ton) Produksi Rata-Rata (Kg/Ha) Petani (KK)
1 Kampar 19.958 205.176 665 225.799 532.935 2.587 85.766
2 Rokan Hulu 37.919 163.680 5.923 207.522 649.597 3.969 69.225
3 Pelalawan 2.064 117.179 374 119.616 492.150 4.200 40.265
4 Indragiri Hulu 2.844 53.891 150 56.885 216.218 4.012 31.209
5 Kuantan Singingi 12.663 112.582 1.305 126.550 171.591 1.524 42.286
6 Bengkalis 37.238 105.893 653 143.784 213.891 2.020 36.872
7 Rokan Hilir 20.924 157.504 15.353 193.781 515.287 3.272 61.635
8 Dumai 12.393 24.715 971 38.079 79.326 3.210 10.411
9 Siak 11.555 199.526 487 211.568 705.510 3.536 64.326
10 Indragiri Hilir 23.371 81.320 4.086 10.8.777 272.448 3.350 79.308
11 Pekanbaru 3.376 773 4.149 2.874 3.718 704
12 Meranti
A Rakyat 184.304 1.222.238 29.966 1.436.509 3.851.828 3.151 522.007
B PBN 14.495 90.499 104.993 250.133 14.732 24.747
C PBS 89.720 862.009 10.334 962.063 3.356.338 38.664 246.216
D Jumlah 288.519 2.174.746 40.300 2.503.565 7.458.298 56.548 792.970

Sumber: Disbun Riau

Empat perusahaan ini kemudian melebur menjadi PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V pada 1996 dan berkantor pusat di Pekanbaru. Semula berada di jalan Ronggowarsito dan kemudian berpindah ke jalan Rambutan hingga sekarang. Sewaktu pemerintah menggeber program perkebunan plasma pada awal 1980-an, PTP II, IV dan V memulainya dengan membuka sejumlah areal kebun plasma untuk rakyat, Khususnya bagi mereka yang dikirim pemerintah dari Pulau Jawa ke Riau (Kompas.com 2013).

Hanya setengah tahun setelah itu, kebun kelapa sawit di Riau semakin meluas. Apalagi setelah Presiden Soeharto menyuruh sejumlah konglomerat Indonesia membuka pola inti plasma. Berbagai kemudahan diberikan demi kelancaran proyek ini.

Pemerintah tidak hanya mengirim transmigran ke Riau, tetapi juga mengajak masyarakat tempatan untuk ikut bertanam kelapa sawit. Sayangnya, saat itu nyaris tak ada masyarakat lokal yang mau. Masyarakat lebih memilih menjadi petani karet yang saat itu harganya lebih moncer dibanding banderol Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang Cuma antara Rp. 200 – Rp. 500 perkilo.

Penulis : Abdul Aziz

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like