Tanah Harapan Elaeis (Bagian XX)

Pasca kemerdekaan Indonesia, AVROS sempat di bekukan oleh Jepang. Tapi lembaga penelitiannya tetap berjalan meski namanya diganti menjadi Gunseibu Medan Nogyo Kenkyusio (GMNK). Makin kesini,persis tahun 1958, Pemerintah Indonesia mulai menginventarisir perusahaan-perusahaan peninggalan Kumpeni untuk dinasionalisasikan. Sedert lembaga-lembaga penelitian yang ada juga dikuasai.

Beres menginventarisir, organisasi pengusaha bersama AVAROS tadi dirubah menjadi Gabungan Pengusaha Perkebunan Sumatera (GAPPERSU) – Sumatera Planters Association (SPA). Masa itu pimpinan pertamannya; Manis Manik.

AVROS lenyap, APA pun dilenyapkan dan berubah nama menjadi Research Institute of Sumatera Planters Association(RISPA). Nama ini tak bertahan lama, sebab setelah dibawah kendali Menteri Pertanian Indonesia, RISPA berubah nama lagi menjadi Balai Penelitian Perkebunan Medan (BPPM).

Lalu nama Marihat Research Station (MRS) diganti menjadi Pusat Penelitian Marihat (PPM)dan berubah lagi menjadi Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Marihat yang benar-benar konsen pada kelapa sawit. Mulai dari penyediaan bahan tanam kelapa sawit, hingga mengurusi pra dan pasca panen, di jabani.

Penulis : Abdul Aziz

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like