Tanah Harapan Elaeis (Bagian XLIX)

Satu hal yang orang tidak banyak tahu kata Nuri, bahwa susu formula itu mengandung campuran spesifik lemak nabati yang berasal dari minyak sawit untuk meniru kandungan asam lemak jenuh Saturated Fatty Acid (SFA), asam lemak tak  jenuh rantai tunggal Monounsaturated Fatty Acid (MFA), dan asam lemak tak jenuh rantai jamak PolyUnsaturated Fatty Acid (PUFA). “Kami berharap kelapa sawit dapat menjadi solusi untuk mengatasi stanting. Makanya Kementerian Kesehatan berharap ada produk olahan kelapa sawit yang menghasilkan vitamin A,” pinta Doddy.

Sahat sepakat dengan permintaan Doddy itu, bahwa asupan vitamin A pada minyak sawit bisa menangulangi masalah stunting  di Indonesia. Salah satunya tentu memanfaatkan minyak sawit merah alami yang disodorkan oleh kalangan peneliti di Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI).

Darmono Taniwiryono sempat bercerita tenatang pengalamannya sewaktu di Afrika. Disana ada tradisi makanan olahan minyak sawit merah sejak 5.000 tahun silam dengan teknik ekstraksi sederhana. “Minyak sawit merah yang alami yang kaya nutrisi itu belum termanfaatkan secara maksimal. Kalau itu dimaksimalkan, peluang kita untuk mengatasi persoalan kekurangan gizi akan sangat besar, termasuk mengatasi stunting tadi,” katanya. Di Indonesia kata Darmono, minyak sawit merah alami bisa dipakai sebagai campuran minyak makan pada berbagai tingkat persentase. “Saat ini sudah ada minyak sawit merah yang bisa dipakai untuk makanan olahan dan pakan ternak,” ujar lelaki yang juga Direktur Utama PT. Nutri palma Nabati.

Penulis : Abdul Aziz

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like