Tanah Harapan Elaeis (Bagian XLIII)

B50 kata Anshori bisa untuk kendaraan apa saja, yang penting saluran bahan bakar itu itu tidak memakai karet alami. “Sifat metilester yang ada di B50 adalah pelarut. Dia akan melarut kan bahan karet alami, tapi kalau karet sintetis, engak,” katanya. Jika secara keseluruhan kata Kepala Bidang Penelitian PPKS, D. Suroso Rahutomo, B50 sangat potensial. “Sebagai lembaga penelitian, kita sudah siapkan B50. Bahwa B50 ini sangat potensial, iya. Soalnya B50 ini akan dipakai oleh masyarakat umum, semuanya tergantung pemerintah. Sebab eksekusinyakan tetap di Pemerintah,” kata Suroso diruang Kerjanya Senin sore akhir Januari  2019 itu. Lelaki ini ditemani Ansori dan Kepala Peneliti Sosial Tekno Ekonomi PPKS, Ratnawaty Nurkhoiry.

Ansori sendiri tak pernah menyangka lalau B50 ini akan muncul lagi. Sebab pada tahun 2007, dia bersama timnya di PPKSsudah pernah membikin produk ini dan bahkan B100. Masalah, B100 pernah berbulan-bulan dicekoki berbagai nahan bakar jonder pengangkut sampah di komplek PPKS saat itu. Lalu B50 pernah pula dibikin sebagai bahan bakar kendaraan pribadi untuk keliling Medan.

“Dari tahun’90an kami sudah membikin biodiesel murni di sini. Kami bisa menghasilkan sekitar 3300 liter biodisel dalam sehari. Lalu tahun 2004 kami sudah melakukan road test  B10 Medan – Bandar Lampung. Waktu itu pakai kendaraan niaga dan penumpang. Setahun kemudian kami road test lagi Medan  – Jakarta pakai Inova keluaran terbaru . Dua road test ini pulang pergi, cerita Ansori sambil melongok pabrik biodiesel sederhana dilahan seluas 25×7 meter di sisi Barat komplek PPKS itu.

Penulis : Abdul Aziz

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like