Tanah Harapan Elaeis (Bagian XLI)

Researching of Engineeringand Evironmetal Management Tecnology Indonesia Oil Plam Research Institute (IORI),  atau Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan ini langsung memelototi angka-angka di kertas itu. Inova B50; -0,2 0,1 0,0. Sementara Inova Biosolar; 0,2 0,5 dan 0,7. “Standar Fitback  injection itu antara -3 hingga 3. Kedua mobil masih sama-sama berada pada standar fitback tadi. Tapi jika dalam jangka waktu lama, injection mobil yang mengunakan bahan bakar biosolar akan lebih cepat butuh perawatan dibanding mobil yang memakai bahan bakae B50. Sebab itu tadi, kotoran akan lebih cepat muncul pada injection biosolar dibanding B50. Khusus B50, meski sudah menempuh jarak 5000 kilometer, fitback injectionnya tetap stabil dan bahkan sampai pada level 0,0. Ini artinya, tidak ada kotoran pada injection meski sudah menempuh jarak  sejauh itu, “Andiarto ngomong panjang lebar”.

Baca Juga :   Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CI)

Mendengar itu Ansori mengingat-ingat sesuatu lalu mengotak atik handphonenya Matanya menegok hasil dyno tes (hasil pengujian performa maksimal engine) saat dua kendaraan tadi sudah menempuh jarak 2300 kilometer.

“Kami melakukan dyno tes di Jakarta . Hasilnya power mobil yang mengunakan bahan bakar B50 lebih rendah 4 persen dibanding kendaraan yang mengunakan B20 (Biosolar) , “kata doktor jebolan Univercity of Tsukuba Jepang ini saat sudah ngobral santai di ruang kerjannya di komplek PPKS di kawasan Jalan Brigjen Katamso Medan di hari yang sama.

Penulis : Abdul Aziz

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like