Tanah Harapan Elaeis (Bagian VI)

Suatu yang teramat indah bagi saya kisah-kisah bersama mereka itu, bersama Batin Alim di Batang Cenaku, dan orang-orang yang saya temui sejak tahun 2003, persis saat saya mulai konsen menulis tentang perhutanan dan kelapa sawit dalam kapasitas saya sebagai jurnalis di Majalah Gatra.

Itulah makanya saya mengatakan, menulis buku ini, saya memadukan antara pengalaman di lapangan, pengamatan, penelitian, wawancara dan analia. Meski demikian, keterbatasan bisa jadi kesalahan angka dan data ada dan terselip dalam lembaran buku ini. Untuk itu, kritik dan saran pembaca sangat dibutuhkan.

Waktu dan kesempatan telah membuat saya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga Kepada Tuhan Yang Maha Esa, istri dan anak-anakku tercinta, Ketua Umum DPP Apkasindo, Bapak Rudolf Naibaho, Badan Pengolahan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta orang-orang penting lainnya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu di dalam buku ini.

Baca Juga :   Inilah PP 26 Tahun 2020 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan

Testimoni

Bicara tentang kelapa sawit atau Elaeis Guinensis,  tidak lagi hanya sekedar bicara tentang ekonomi semata. Tapi sudah sangat erat kaitannya dengan kedaulatan bangsa. Sebab di dalam negeri, Elaeis telah menjadi tumpuan hidup lebih dari 12 juta manusia. Dan dunia telah mengenal Indonesia adalah penghasil terbesar tanaman asli Mauritius ini.

Penulis : Abdul Aziz

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like