Tanah Harapan Elaeis (Bagian V)

Overlapping inilah yang menjadi musabab mala petaka masyarakat banyak terjebak di kawasan hutan. Sebab overlapping ini telah membikin pemerintah kelimpungan dan berusaha mengeser-geser status kawasan hutan sehingga kemudian membikin Hendri Alfian dan jutaan manusia di Riau, menjadi tumbal.

Bahwa pemerintah telah membikin aturan main yang benar-benar sangat menghargai hajad hidup orang banyak, itu benar. Namun ketidak becusan pelaksanaan aturan main itu di lapanganlah yang memicu bencana agraria, khususnya di Riau.

Sangat tidak mudah bagi saya untuk memisahkan antara rasa getir, air mata dan objektifitas ketika wajah-wajah lugu di pedalaman Talang Tujuh Buah Tangga Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Inragiri Hulu (Inhu) itu terus terbayang.

Baca Juga :   Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XXXVII)

Sebab untuk menyelesaikan buku berjudul “Elaeis” ini, saya menghabiskan waktu lebih dari tujuh bulan bersama mereka, menapak hari, berbenturan dengan korporasi perhutanan yang selalu merasa benar, meski Indra Syafrin misalnya, sudah jauh lebih dulu membikin perladangan disana dibanding korporasi itu.

Penulis : Abdul Aziz

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

B-100 Menuju Ketahanan Energi

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian Kementerian Pertanian RI berhasil mengembangkan biodiesel 100% atau B-100. Mengarahkan Indonesia berdaulat…