Salah satu yang paling penting dari gugus X itu adalah power plant berbahan bakar biomassa. Dengan sudah adanyapower plant milik komunitas sebagai sumber energi, maka dapat dikatakan komonitas tersebut telah mencapai kondisi minimal untuk pengembangan wilayah lebih lanjut.

Dengan adanya sumber energi dapat dikatakan apapun bisa kita lakukan dan kita bikin. Banyak hasil riset menunjukan bahwa peningkatan satu persen kesediaan energi naik, maka satu Human Development Index (HDI) akan meningkat satu persen atau lebih.

Saya bisa paham jika hari ini kita masih berkulat soal replanting. Sebab kesejahteraan perkebunan yang dibalut oleh komonitasnya belum kuat. Pikiran kita masih dibimbing oleh pikiran ekslusif dan tidak cerdas (smart). Padahal seribu satu macam produk bisa keluar dari sawit. Tapi selama ini yang kita ambil Cuma Crude Palm Oil dan Palm Kernel Oil (PKO), yang lain tidak atau kita sia-siakan.

Selama ini kita bukan engak punya dana atau untuk membangun perkebunan, tapi dana itu tak pernah balik dengan keuntungan besar. Kredit Perkebunan Inti Rakyat (PIR) tidak pernah balik penuh, kecuali PIR kelapa sawit. Meski begitu, tetap saja masih sangat disayangkan lantaran mereka bisa bayar kredit tapi tidak mampu membiayai replanting. Ini artinya, sawit tidak sustainable.

Penulis : Abdul Aziz

Share.

Comments are closed.