Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI Mengoptimalkan Potensi Sawit Bagi Perekonomian

Peringatan Hari Sawit Nasional menjadi momentum besar untuk menggerakkan sektor perkelapa sawitan Indonesia. Masih banyak potensi sawit yang dapat dikembangkan untuk Indonesia.

Peringatan Hari Sawit Nasional yang jatuh pada 18 November diharapkan menjadi momentum besar untuk menggerakkan perkelapa sawitan Indonesia. Keinginan diungkapkan Menteri Pertanian RI, Syahrual Yasin Limpo, dalam pidato yang dibacakan Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian PertanianRI secara virtual, Rabu (18 November 2020) dalam konferensi pers peringatan Hari Sawit Nasional.

Pada kesempatan itu, pemerintah juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Dewan Minyak Sawit Indonesia beserta asosiasi petani dan industri sawit yang telah menjadi inisiator terlaksananya peringatan hari Sawit Nasional tahun 2020. “Penghargaan tertinggi juga kami sampaikan kepada petani sawit Indonesia dan stakeholder terkait lainnya atas sumbangsih ide dan pemikirannya dalam rangka pengembangan kelapa sawit nasional yang berdaya saing,” ujar Syahrul Yasin Limpo dalam pidato tertulis.

Peringatan Hari Sawit Nasional untuk mendorong multi pihak dalam mengakselesasi dan memacu semangat memperkuat perkelapa sawitan nasional. Dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional di sentra kelapa sawit mengingat terbukanya akses pasar internasional terhadap aneka produk kelapa sawit baik produk utama mau pun produk samping.

Sebagai tonggak sejarah terangkum dengan baik pada 18 November 1911 dimulainya pertama kali penanaman kelapa sawit secara luas dan komersial di kebun Sungai Liput Aceh dan Pulo Raja Sumatera Utara yang didanai Societe des Huileries de Sumatera yang dibentuk di Brussel, Belgia dengan pendanaan sebesar 1,4 juta francs.

Peristiwa tersebut dapat menjadi sejarah awal dan milestone perkembangan perkebunan kelapa sawit Indonesia.“Hingga saat ini akan kita peringati setiap tanggal 18 November menjadi Hari Sawit Nasional,” ujarnya.

Seperti di ketahui, dampak pandemi Covid-19 secara signifikan mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga triwulan ke-3 tahun 2020, Product Domestic Bruto (PDB) Indonesia terkoreksi negatif 3,49% dibanding periode yang sama tahun 2019.

“Namun dibalik angka tersebut patut bersyukur bahwa sektor pertanian hingga saat ini justru tumbuh positif 2,15% dibanding sektor lainnya dan komoditas kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang angka positif pada PDB pertanian di triwulan ke 3 tahun 2020,” kata Syahrul.

Komoditas kelapa sawit berkontribusi cukup besar sebagai sumber devisa. Saat ini kelapa sawit berada pada peringkat ke 1 kontribusinya sebagai penyumbang devisa negara dari sektor pertanian. Mengacu pada data BPS hingga triwulan ke 3 tahun 2020, ekspor kelapa sawit Indonesia sebesar 25,28 juta ton atau senilai Rp 195,39 triliun. Angka nilai ekspor tersebut tercatat meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Dari volume eskpor tersebut 56% lebih kelapa sawit diekspor dalam bentuk produk hilir seperti oleochemical, lauric, biodiesel dan lainnya.

Meski pun berkontribusi pada devisa negara, namun bukan berarti sub sektor perkebunan kelapa sawit tidak menghadapi tantangan. Tantangan pengembangan kelapa sawit nasional kedepan tidak hanya persoalan produktivitas kelapa sawit rakyat. Tetapi bagaimana menjamin benih yang unggul, berkualitas dan bersertifikat serta menjaga konsistensi dalam hal kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Juga menjadi pekerjaan rumah terkait pemantapan standarisasi ISPO yang tentunya banyak menjadi sorotan dunia dalam pemenuhan aspek-aspek sustainable dan lingkungan.

“Untuk itu, diperlukan upaya khusus di tengah kondisi pandemi ini terkait peningkatan akses pasar, nilai tambah, rantai pasok, saluran distribusi dan dinamika harga dunia,” tambah Menteri.

Kedepan pembangunan sawit tetap pada koridor pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan dari sub sistem hulu sampai sub sistem hilir, utamanya terhadap pencapaian Sustainable Delevopment Goals (SDGs).

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 109)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like