Si Raja Minyak Dari Tanah Melayu Sebagai Penyejahtera Indonesia

Penulis: Eko Prasetyo (Mahasiswa Universitas Riau)

Kelapa sawit adalah produk andalan di sebagian wilayah Indonesia terutama di Riau. Komoditas kelapa sawit di Indonesia dalam perekonomian cukup tinggi dan peran yang cukup strategis disebabkan karena mempunyai prospek yang cukup bagus untuk sumber devisa. Bahan utama minyak goreng di berbagai penjuru dunia juga menggunakan minyak sawit. 

Provinsi Riau yang terletak di Pulau Sumatera merupakan provinsi dengan area perkebunan sawit terluas di Indonesia. Provinsi riau memiliki area perkebunan sawit dengan total lahan mencapai 25% dari total luas lahan perkebunan sawit yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan luasnya area lahan tersebut, Provinsi Riau merupakan daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Provinsi Riau menyumbang produksi minyak sawit mentah sebesar 20% terhadap produksi sawit nasional.

More Sustainable merupakan sebuah komitmen yang sedang terus dikembangkan di Indonesia sampai saat ini. Salah satunya adalah industri kelapa sawit. Industri kelapa sawit diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk ekonomi, sosial, dan lingkungan baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Dalam prespektif yang lebih luas, pembangunan industri minyak sawit yang berkelanjutan sejalan dan mendukung keberhasilan indonesia dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan tolok ukur pembangunan di dunia. Salah satunya adalah anggapan mengenai perkebunan kelapa sawit itu sustainable karena dianggap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik ekonomi pusat maupun ekonomi daerah yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perkebunan kelapa sawit adalah satu-satunya komoditas pertanian dunia yang dituntut terjamin sustainability-nya. Dengan demikian, perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya merupakan bentuk dan cara pemanfaatan serta pelestarian multifungsi yang melekat pada perkebunan kelapa sawit tersebut secara lintas generasi.

Manfaat Sawit sangat banyak diantaranya adalah bahan dasar industri seperti industri makanan, kesehatan, kosmetika, industri sabun, minyak pelumas mesin dan industri bahan bakar. Luasnya area lahan perkebunan kelapa sawit dan produksi yang sangat besar menjadikan Provinsi Riau menjadi salah satu Provinsi penyumbang perekonomian nasional terbesar di Indonesia. Produksi minyak sawit mentah Provinsi Riau menjadi penyumbang terbesar produksi sawit nasional yaitu mencapai 20%. Selain itu, Provinsi Riau juga menyumbangkan 40% dari 13% nilai ekspor non-migas nasional yang disumbangkan oleh minyak sawit mentah.

Permintaan Komoditas kelapa sawit asal Riau tidak diragukan lagi kualitasnya. Produk kelapa sawit asal provinsi tersebut sedang diminati pasar dunia. Kepala Karantina Pertanian Riau, Rina Delfi memaparkan data pelepasan ekspor komoditas turunan kelapa sawit yaitu cangkang sawit (Palm Kernel Shell) milik PT JPJ berjumlah 31.200 ton dengan nilai Rp29 miliar, bungkil sawit (Palm Kernel Expeller) milik PT IMT berjumlah 14.000 ton dengan nilai Rp20 miliar, dan RBD (Refined, Bleached and Deodorized) Palm Kernel Oil milik PT WNI berjumlah 11.500 ton dengan nilai setara Rp205 miliar dengan negara tujuan Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil, dan Ukraina.

Sementara melalui Wilayah Kerja Dumai, Rina menyampaikan data ekspor Palm Kernel Meal Expeller sebanyak 7 ribu ton dengan nilai Rp11,7 miliar. RBD palm oil sebanyak 7 ribu ton setara dengan Rp68,5 miliar. RBD palm olein sebanyak 14,7 ribu ton setara Rp148 miliar. RBD palm stearin sebanyak 8 ribu ton setara dengan Rp91,4 miliar. Palm fatty acid distillate sebanyak 1.200 ton setara Rp6,8 miliar, dan hammermilled palm kernel meal sebanyak 11,2 ribu ton setara dengan Rp17 miliar.

Riau merupakan provinsi yang sangat strategis sebagai penyumbang perekonomian nasional. Banyaknya manfaat dari perkebunan sawit dalam perekonomian, membuat sawit sangat diagungkan. Tetapi, hal menarik muncul ketika di satu sisi data menunjukan perkebunan kelapa sawit berkontribusi besar terhadap laju pertumbuhan ekspor nasional, ekspor provinsi, peningkatan PDRB dan perekonomian secara langsung. Berkat industri kelapa sawit ekonomi Provinsi Riau tumbuh luar biasa secara nasional.

Provinsi Riau tercatat sebagai provinsi berpendapatan tertinggi di luar Jawa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2017, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau adalah yang kelima terbesar secara nasional. Provinsi Riau adalah yang terbesar di luar Pulau Jawa.  Kontributor terbesar dalam pembentukan PDRB Riau berasal dari ekspor bersih yang mencapai 29,53%. Data BPS sampai September 2016 tercatat, nilai ekspor produk hilir sawit sebesar US$ 13,3 miliar atau melebihi nilai ekspor minyak dan gas bumi. Sedang produk hilir mencapai 54 jenis. Dan ini jika dirata-rata tahunan, maka sektor industri kelapa sawit hulu hilir memberi devisa negara sebesar US$ 20 miliar.

Dinas perkebunan provinsi Riau menetapkan target pembangunan perkebunan industri kelapa sawit rata-rata mencapai $ 1,800.00 per KK per tahun.. Upah penghasilan yang diberikan dari industri kelapa sawit lebih besar dibandingkan dengan industri lain. Aktivitas pembangunan perkebunan kelapa sawit yang melibatkan banyak tenaga kerja dan investasi yang relatif besar untuk industri hilirnya, diperkirakan secara positif merangsang, menumbuhkan dan menciptakan lapangan kerja serta lapangan berusaha. Melalui kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan selama proses kegiatan perkebunan kelapa sawit dan pembangunan industri hilirnya akan mempunyai keterkaitan ke belakang (backward linkages). Pada proses kegiatan ini akan muncul antara lain jasa kontruksi, jasa buruh tani, jasa angkutan, perdagangan pangan dan sandang, perdagangan peralatan kerja serta bahan dan material yang dibutuhkan selama proses tersebut. Kegiatan ekonomi waktu pascapanen dan proses produksi akan mempunyai keterkaitan ke depan (foreward linkages). Proses foreward linkages yang diperkirakan akan muncul adalah sektor jasa, antara lain: angkutan, perhotelan, koperasi, perbankan, perdagangan, industri kecil di pedesaan yang memproduksi alat produksi pertanian (alsintan).  (*)

3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like