Sertifikasi ISPO Didukung 15 Lembaga Sertifikasi dan 1.470 Auditor

NUSA DUA, SAWIT INDONESIA – Perkembangan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) telah menunjukkan perkembangan yang signifikan sepanjang lima tahun terakhir. Data menunjukkan sepanjang 2013-2018 total perusahaan dan petani yang telah sertifikasi ISPO telah mencapai 413 yang meliputi 407 sertifikasi perusahaan, 3 petani plasma, dan 3 petani mandiri.

Komisi Indonesian Sustainability Palm Oil (ISPO) menyebut baru 645 yang mendaftar untuk mendapatkan sertifikat ISPO. Proses mendapatkan ISPO didukung 15 lembaga auditor dan jumlah auditor mencapai 1.470 orang.

Kepala Sekretariat Komisi ISPO, Aziz Hidayat menyampaikan kebijakan standarisasi ISPO merupakan kebijakan yang mendukung percepatan agenda SDGs pada 2030 mendatang.

Dijelaskan Aziz, ada beberapa poin substansi ISPO yang sesuai SDGs antara lain mengangkat seluruh masyarakat dunia keluar dari zona kemiskinan dan kelaparan; meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan; keterjangkauan dan clean energy; pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; industri, inovasi, dan infrastruktur; mereduksi ketimpangan sosial.

Adapula bertanggungjawab terhadap aktivitas konsumsi dan produksi; climate action; serta partnership dan perlu kolaborasi dalam mencapai tujuan tersebut.

Berdasarkan data Sekretariat ISPO, sejak mandatori ISPO pada 2011 hingga 30 Oktober 2018 terdapat 2,349 juta hektare lahan sawit sertifikat ISPO dan total produksi minyak sawit mentah (CPO) mencapai 10,2 juta ton per tahun.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like