Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Jl. Kelapa Dua Wetan Raya. Komp. PTB Blok. 1A No.11. Ciracas Jakarta Timur.

No. Telp 021-8770-6153

redaksi@sawitindonesia.com

Sajian Utama

Jayanti  Sari, Direktur Utama  PT Hasnur Citra Terpadu: Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Dan Petani

Jayanti Sari, Direktur Utama PT Hasnur Citra Terpadu: Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat Dan Petani

Sebagai anak daerah Kalimantan Selatan, Jayanti Sari bertekad memajukan daerahnya dengan pengembangan lahan kelapa sawit. Dirinya yakin industri kelapa sawit mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat dengan penyerapan tenaga kerja serta kemitraan dengan petani plasma.

Menjadi  pemain baru di industri kelapa sawitnasional, PT Hasnur Citra Terpadu terus mengembangkan lahan kelapa sawitnya dari tahun ke tahun.  Anak usaha Hasnur Grup ini berkeinginan menjadi perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka, yang mengelola kebun plasma terluas di Indonesia. Mengapa perusahaan memilih visi ini?

Ditemui di kantornya yang terletak di  kawasan SCBD Jakarta, Jayanti Sari, Direktur Utama PT Hasnur Citra Terpadu, mengatakan semenjak awal perusahaan memang berkomitmen untuk maju dan berkembang bersama  masyarakat. Kebijakan ini tidak terlepas dari amanat Haji Abdussamad Sulaiman Haji Basirun sebagai Pendiri Hasnur Grup dan juga ayah Jayanti Sari. Sampai dengan saat ini, dari total kebun kelapa sawit seluas ± 14.000 hektare, ± 37% merupakan areal kebun Plasma.

Lahan plasma yang dimiliki PT Hasnur Citra Terpadutadi, telahmelebihidari yang ditentukan pemerintah lewat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Aturan ini mewajibkan perkebunan sawit mengalokasikan lahan plasma sebesar 20% dari luas perkebunan inti.“Jumlah  petani plasma yang kami binamencapai± 3000 orang,” kata Jayanti  Sari. 

Dari total kebun seluas ± 14.000hektare, seluas ± 3.600 hektaremerupakan areal IzinLokasi PT HCT, yang dijadikanlahanintihanya1.452 hektare. Menurut Jayanti Sari, penyerahan sisa lahan Izin Lokasi kepada petani ini sudahmenjadi komitmen dari awal dan sejalan dengan vis iperusahaan, ke depan akan menjadi perusahaan kelapa sawit dengan lahan plasma terbesar di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengangkat derajat masyarakat setempat lewat pembukaan lapangan pekerjaan. 

“Sebagai putra daerah, kami tentu saja ingin membangun daerah kami sendiri. Apalagi Kalimantan  Selatan merupakan  tempat saya lahir, wajar kalau kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas kami. Untuk itu,para pekerja maupun petani kami didik dan diarahkan dengan baik,” kata  dia.  

Petuah lain yang diingat Jayanti Sari dari ayahnya adalah beliau semenjak awal selalu menekankan bahwa hasil perusahaan dari dan untuk masyarakat juga. Dalam berbisnis, menurut Jayanti, dirinya tidak ingin menjadi orang yang serakah. Itu sebabnya, perusahaan menjalin kerjasama dengan petani melalui penyediaan lahan plasma. Ketika ditanya apakah perusahaan tidak rugi dengan strategi ini. Dirinya menjawab dengan pertanyaan kembali;  orang itu sehari makan berapa kali, pak? Maka dari itu, dirinya berupaya menjadikan bisnis yang dijalani perusahaan dapat bermanfaat untuk orang banyak.

Supaya perusahaan berkembang baik, Jayanti Sari telah memiliki beberapa strategi yang tepat. Salah satunya, memilih pegawai yang mempunyai kompetensi bagus dan satu visi dengan perusahaan yaitu membangun daerah Kalimantan Selatan. Kendati demikian, perusahaan menerima pegawai dari beragam suku dan agama untuk menghargai perbedaan. 

Ketika wawancara berlangsung dengan Tim SAWIT INDONESIA, Jayanti Sari ditemani dua direksi PT Hasnur Citra Terpadu yaitu Ade Dermawan Nasutionsebagai Finance, Accounting & Marketing Director, dan Abdussalam Bani  Surya sebagai Operational& Development Director. Menurut  Jayanti  Sari, upaya memajukan bisnis sawitnya  sangat terbantu dengan kehadiran orang-orang yang profesional di sekelilingnya.  Dengan ditemani jajaran  direksi yang handal dan mumpuni maka kinerja perusahaan akan tumbuh positif  setiap tahunnya. 

Kepedulian perusahaan terhadap pekerja dan masyarakat dibuktikan dengan pembangunan Sekolah  Menengah Atas di Batola, Kalimantan Selatan. Jayanti Sari mengatakansekolah yang didirikan ini berada dekat dengan kebun sawit  untuk membuat pekerja tenang tanpa harus memikirkan lokasi sekolah anaknya jauh dari kebun. Walaupun terbilang baru, PT Hasnur Citra Terpadu tetap tidak mau ketinggalan dalam penyediaan fasilitas pendidikan dan sosial. 

Bersikap Bijak

Menjadi penerus bisnis  keluarga umumnya tidak akan mudah dilakukan generasi kedua sampai berikutnya.Dalam membangun bisnis perkebunan ini Jayanti Sari mendapatkandukungan yang sangat besar dari keluarga, Kakak pertama Rachmadi HAS duduk sebagai Komisaris Utama di perusahaan perkebunan.Tanpa berlatar belakang pendidikan pertanian maupun  perkebunan, Jayanti Sari optimistis perahu perusahaan tetap dapat berjalan. Keinginan untuk belajar dari siapapun terus dijaganya supaya tidak ketinggalan informasi mengenai industri sawit.

Contohnyasaja, dia belajar dari C Paranthaman MK Cheillah dan Ade Dermawan Nasution. C Paranthaman MK Cheillah adalah salah satu direksi di PT Hasnur Citra Terpadu, yang tahu A-Z kelapasawit.Untuk tahu metode penanaman sawit yang benar,maka saya perlu terjun langsung ke lapangan,” kenang Jayanti Sari.

Sebelum berada di posisi  teratas perusahaan, Jayanti Sari menceritakan setelah lulus kuliah dirinya diminta sang Ayah untuk masuk ke perusahaan keluarga. Awalnya, dia enggan karena telah mengajukan lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan besar. Namun, bujukan dari ayahnya  akhirnya diterima  karena meminta Jayanti  Sari untuk membangun Kalimantan Selatan.

Mulai 1997, Jayanti  meniti karirnya dari bawah di perusahaan tranportasi milik ayahnya. Disini, dia banyak belajar dari ayahnya cara mengatur pekerja. Waktu itu, dia bekerja di perusahaan transportasi yang dominan pekerja pria. “Disini, ayah mengajari saya untuk mengatur pekerja pria tadi,” kata Jayanti.

Setelah itu, jabatannya mulai naik menjadi manajer keuangan. Dalam ingatannya, pekerjaan yang dilakukan bersifat kegiatan operasional misalkan saja diminta bertanggungjawab atas  pembangunan  pelabuhan khusus batubara. Tepat Agustus 2005, Jayanti Sari diangkat menjadi Direktur Utama PT Hasnur Citra Terpadu.   

Tiga tahun berikutnya, karir Jayanti Sari terus melesat hingga  dipercaya sebagai Direktur Utama Hasnur Grup. “Saya ini termasuk generasi  kedua yang meneruskan bisnis keluarga,” ujarnya kepada SAWIT INDONESIA.

Hasnur Grup mulai didirikan Haji Abdussamad Sulaiman Haji Basirun yang dikenal Haji Leman,  semenjak 1966 .  Perusahaan pertama kali  mengembangkan bisnis  transportasi sungai.  Setelah itu,  berkembang sebagai kontraktor kayu dan galangan kapal. Sekarang ini, Hasnur Grup telah mengkonsolidasikan bisnisnya yang bergerak di sektor perkebunan sawit, kehutanan, tambang batubara,  pelabuhan, pengangkutan batubara, dan media.  

Selain bekerja keras, nasihat  lain dari ayahnya yang  diingat Jayanti Sari adalah menjadi pemimpin yang bijaksana. Bijaksana disini artinya mau mendengar saran dan kritikan karyawan. Itu sebabnya, ketika berkunjung ke perkebunan dirinya selalu membuka komunikasi  dengan seluruh karyawan. Kendala yang dihadapi karyawan bekerja akan didengar yang selanjutnya dicarikan solusi. Tak hanya itu, karyawan pun dimotivasi demi meningkatkan performa perusahaan. 

Kepada pekerja, dirinya selalu menekankan  nilai-nilai  perusahaan seperti integritas,  disiplin, dan kerja keras. Pekerja diminta pula bekerja dengan hati. Sebab, pekerjaan yang berlandaskan hati dan keikhlasan akan berbuah hasil yang baik. Sebaliknya, pekerjaan yang tidak ikhlas mengakibatkan pekerjaan tak sesuai harapan.

Saat ini, cadangan lahan (landbank) PT Hasnur Citra Terpadutelahmencapai± 60.000 hektare. Dari jumlahtersebut, lahan yang telah tertanam seluas ± 14.000 hektare dan dilengkapi satu pabrik kelapa sawit berkapasitas 45 unit TBS per jam yang dapat ditingkatkan menjadi 90 ton TBS  per jam berlokasidi Sungai Puting, KabupatenTapin.

Kedepan,meskipun di Kalimantan Selatan telahada 2 unit refineri, perusahaan tetap berencana mendirikan refineri yang menghasilkan minyak goreng.  Demi merealisasikan rencana ini, perusahaan telah menargetkan dalam 5  tahun ke depan total areal tanam ± 50.000 hektare.

Jayanti Sari mengungkapkan pembangunan pabrik minyak goring ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan.Sukses Bu Jayanti. (Qayuum Amri)


 2743,    Sajian Utama