Sah, Alex Sugiarto Dilantik Menjadi Ketua Gapki Sumsel

PALEMBANG, SAWIT INDONESIA – Jajaran pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Sumatera Selatan periode 2019 – 2024, telah dilantik oleh Joko Supriyono, Ketua Umum GAPKI di Hotel Harper Palembang, Rabu (12 Februari 2020). Kepengurusan baru bertekad membangun kampanye sawit yang positif dan mencegah kebakaran lahan hutan.

Dalam pidatonya, Alex Sugiarto mengajak pengurus untuk solid dan kompak. Sekarang bukan lagi era menjadi ‘Superman‘, tetapi supertim.

“Pengurus GAPKI Cabang Sumsel harus semangat bersama demi kemajuan bersama,” katanya.

Alex Sugiarto meminta anggota Gapki Sumsel untuk solid menghadapi potensi karhutla pada tahun ini. Selama ini tudingan langsung ditujukan kepada kebun kelapa sawit. Mestinya perlu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu penyebabnya apa.

Baca Juga :   Banjir Tidak Terkait Dengan Perkebunan Kelapa Sawit

“Selidiki dulu penyebabnya apa, masalahnya di mana. Perusahaan anggota GAPKI itu jelas. Mulai dari sarana dan prasarana, struktur organisasi, damkar, peralatan, serta pelatihan-pelatihan. Job disc (uraian jabatan) jelas,” katanya usai pelantikan.

Dikatakan dia, perusahaan perkebunan sawit itu sudah siap mengantisipasi karhutla. Hanya saja kebakaran tetap terjadi, lantaran api menyeberang ke kebun sawit.

“Lantas kita disalahkan. Kita tak mau seperti itu. Makanya sudah sejak lama antisipasi. Kita sudah koordinasi dengan stakeholder. Jangan saling menyalahkan kalau sudah terjadi,” ucapnya.

Guna menepis isu-isu negatif, beberapa upaya telah dilakukan GAPKI pusat. Seperti salah satunya mendorong pemerintah pusat dalam hal mengambil kebijakan biofuel berbasis CPO.

Baca Juga :   GAPKI: Devisa Ekspor Sawit US$ 21 Miliar Pada 2018

“Program Biodiesel B30 sudah jalan. Tahun depan targetnya B40. Jadi akan terus. Itu juga salah satu upaya menepis isu-isu negatif soal sawit,” tukasnya.

Diakui dia, dunia internasional memandang sebelah mata terhadap salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia itu. Dibuktikan dari kebijakan Uni Eropa, yang tidak mau menggunakan CPO dalam program biodiesel mereka.

“Tak masalah itu. Kita bisa pakai sendiri. Kenapa harus pusing dengan luar. Sementara kita masih banyak kebutuhan,” tukasnya.

Saat ini, GAPKI Sumsel beranggotakan 74 perusahaan dari sebelumnya 73 dengan luas lahan sekitar 350 ribu hektar.

“Ini salah satu yang akan kami lakukan. Menebar manfaat atau nilai lebih menjadi member GAPKI kepada perusahaan yang belum menjadi member (anggota),” ujarnya.

Baca Juga :   Indonesia Berpeluang Menghadang Resolusi Sawit Eropa

Kegiatan pelantikan dihadiri oleh Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Yohanes H Toruan, yang mewakili Gubernur Sumsel, Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono, Ketua GAPKI Sumsel sebelumnya, Hari Hartanto, dan pengusaha sawit yang menjadi anggota GAPKI Sumsel.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like