Presiden Jokowi Pimpin Diplomasi Sawit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) aktif membela produk kelapa sawit di dunia internasional. Dalam pertemuan KTT G-20, sejumlah negara Eropa diminta untuk menolak resolusi sawit Parlemen Eropa.

Presiden Jokowi memanfaatkan momentum Konferensi Tingkat Tinggi G-20 untuk membangun kerjasama dan permintaan dukungan. Salah satunya isu resolusi sawit yang diputuskan Parlemen Uni Eropa pada pertengahan April 2017. Mengingat, resolusi dapat menjadi ancaman bagi perdagangan Indonesia di kawasan benua biru – sebutan Uni Eropa.

Presiden Jokowi bertemu tiga pemimpin negara Uni Eropa dalam pertemuan bilateral. Pertemuan pertama berlangsung antara Presiden Jokowi dengan  Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy Brey. Jokowi menjelaskan permasalahan  kampanye negatif  produk kelapa sawit Indonesia yang sangat gencar di  pasar Eropa.

Jokowi secara langsung meminta pemerintahan Spanyol dapat memberlakukan produk kelapa sawit Indonesia secara adil. “Saya juga berharap, Spanyol dapat mendukung upaya Indonesia agar model kerja sama standarisasi kayu dan produk kayu melalui FLEGT dapat juga dibuat untuk sawit,” kata Presiden.

Sebagaimana kerja sama standarisasi kayu dan produk kayu Indonesia melalui FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) atau Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Bidang Kehutanan yang telah diberlakukan.

Presiden Jokowi mengatakan, dengan adanya kesepakatan “Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA)” nantinya akan meningkatkan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa, termasuk dengan Spanyol.

“Untuk itu, saya harapkan dukungan Yang Mulia untuk percepatan penyelesaian negosiasi IEU CEPA,” ujar Jokowi dikutip dari keterangan resmi Biro Pers, Media dan Komunikasi Sekretariat Presiden.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.