Tungkot Sipayung: PTPN III Holding Mampu Cetak Laba Rp 3 Triliun

Masalah utama di holding PTPN adalah biaya pokok terlalu besar dan produktivitas rendah. Untuk sawit (komoditas terbesar) harga pokoknya 30-40 persen diatas sawit swasta. Sementara produktivitas TBS hanya sekitar 19 ton/ha jauh dibawah sawit swasta setaranya yang sudah mencapai 24 ton/ha bahkan lebih.

Produktivitas yang rendah sangat terkait dengan kultur teknis terutama pupuk dan pemupukan. SDM PTPN sesungguhnya hebat hebat apalagi soal sawit. Masalahnya adalah inkonsistensi pemupukan yang sering tidak memenuhi 6 tepat. Konsep 6 tepat adalah tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, tepat mutu, dan tepat waktu.

Harga pokok yang tinggi selain akibat produktivitas yang rendah juga disebabkan biaya overhead yang terlalu besar. Solusinya jangka pendek adalah meningkatkan produktivitas melalui perbaikan kultur teknis dan meminimumkan losses minyak. Cara ini seharusnya sudah bisa berhasil 1-2 tahun. Secara keseluruhan holding PTPN harus melakukan transformasi bisnis secara revolusioner. Harus ada pengembangan bisnis baik untuk memanfaatkan aset yang kurang produktif (sangat banyak) maupun hilirisasi.

(Ulasan lengkap silakan baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 Januari 2016 -15 Februari 2017)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.